Kamis, 06 Desember 2018

Hotel Hilton Digugat Rp 1,4 Triliun oleh Tamunya

Ist.
Beritabatavia.com -
Seorang tamu perempuan di Chicago, Amerika Serikat, menggugat ganti rugi kepada raksasa hotel, Hilton, senilai US$100 juta atau Rp 1,4 triliun. Gugatan itu dilayangkan karena perempuan itu merasa telah direkam ketika sedang mandi oleh sebuah kamera tersembunyi dan rekaman video itu diunggah ke situs-situs porno.

Dikutip asiaone.com, Kamis (6/12/2018), identitas perempuan yang menggugat Hilton itu tidak dipublikasi. Korban merasa jaringan hotel besar itu, telah mengabaikan komplain yang diajukannya dengan menuduhnya mengalami sejumlah luka psikis permanen, memiliki gangguan mental, tertekan secara emosi dan masalah lainnya seperti biaya pengobatan dan kehilangan sumber pendapatan.

Korban mengaku pada Juli 2015 menginap di Hampton Inn and Suites di Albany, New York, yang merupakan salah satu jaringan hotel Hilton. Dalam gugatan setebal 19 halaman, korban mengaku telah direkam dalam kondisi tak berbusana ketika sedang mandi di kamar hotel yang disewanya oleh sebuah kamera tersembunyi.

Pada September 2018 atau tiga tahun setelah korban menginap di hotel tersebut, dia menerima sepucuk e-mail yang bertanya, ini kamu, kan? dengan sebuah link video ke situs porno yang dipublikasi dengan nama lengkapnya. Pengirim e-mail itu lalu mulai mengirimkan surat-surat elektronik yang bernada mengancam bahwa dia tahu dimana korban dulu kuliah dan bekerja.

E-mail itu dengan cepat berubah menjadi tindak pemerasan, yang meminta korban membayar uang US$ 2 ribu dan US$ 1 ribu setiap bulan selama setahun. Tindak kejahatan merekam dengan kamera tersembunyi ini diduga dilakukan orang lain, bukan karyawan hotel.

Juru bicara Hampton Inn ketika dikonfirmasi pada Senin, 3 Desember 2018, mengaku terkejut atas tuduhan itu. Disebutkan pihak hotel tidak menemukan alat perekam atau sejenisnya di seluruh sudut kamar-kamar hotel.  0 RIO