Rabu, 31 Maret 2010

Restrukturisasi PSSI Hanya Mimpi

Ist.
Beritabatavia.com - Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang menghabiskan biaya sekitar Rp 3 miliar telah berakhir. Delapan butir rekomendasi yang kemudian dipangkas menjadi tujuh dihasilkan. PSSI dinilai sebagai 'pemenang'.

Kongres yang digelar di kota Malang, 30-31 Maret 2010, yang gagasannya dicetuskan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, karena merasa gerah dengan nihilnya prestasi persepakbolaan di Tanah Air, resmi ditutup sekitar pukul 14.20 WIB di Hotel Santika oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

Seperti diwartakan detiksport, pada sesi terakhir pembacaan rekomendasi, sempat terjadi 'kejutan' ketika dua poin yang tidak dihasilkan dalam sidang komisi-komisi, tiba-tiba tertera dalam nota keputusan yang dibacakan ketua kongres sekaligus pimpinan sidang, Agum Gumelar.

Dua hal itu adalah poin pertama yang berbunyi "PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah kongkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat."
 
Hal kedua adalah poin kedelapan, "Pemerintah dan masyarakat perlu mengawal hasil rekomendasi yang konkret, dalam hal ini diminta kepada Presiden RI untuk membentuk Dewan Sepakbola Nasional yang bersifat Independen."

Setelah hasil rekomendasi selesai dibacakan, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid melakukan interupsi. Ia memprotes keras karena menganggap rekomendasi tersebut tidak sesuai dengan apa yang direkomendasikan dalam sidang komisi-komisi.

"Kami menyayangkan, kenapa pemikiran-pemikiran cerdas dari Komisi A, B dan C menjadi tidak dimasukkan dalam rekomendasi," ujar Nurdin dengan nada tinggi, berdiri di depan mikrofon.
 
Suasana tiba-tiba menjadi panas. Para pendukung Nurdin dan kalangan PSSI menyahuti pimpinannya itu dengan teriakan-teriakan protes. Air muka Agum mendadak berubah tegang. Ia lalu mengatakan, dalam perumusan rekomendasi yang dibuat oleh tim perumus yang telah disepakati, terdapat dua perwakilan PSSI yaktu Subardi dan Mafirion.

Nurdin menjawab, dua orang itu sambil menangis-nangis mengadukan kepada dirinya bahwa mereka ditekan untuk menyetujui rekomendasi tersebut. Agum tak terima dengan pernyataan itu, dan meminta Subardi dan Mafirion menjelaskan keberadaannya dalam perumusan tersebut. Suasana kian menegangkan.
 
Di depan peserta kongres, keduanya menyatakan tidak setuju dengan perubahan rekomendasi itu, namun kemudian memilih tidak melanjutkannya karena merasa anggota tim perumus lain bersikeras dengan hasil-hasil tersebut.

Agum beberapa kali terlihat tertegun, namun wajahnya tampak mengeras, seperti menahan emosi. Ia lalu 'dikeroyok' oleh beberapa pengurus PSSI yang bergantian menyatakan protes atas rekomendasi tersebut.
 
"Saya merasa sedih karena Pak Subardi dan Mafirion merasa tidak diakomodir oleh saya sebagai pimpinan sidang," tutur mantan Danjen Kopassus itu.

Agum lalu menawarkan peserta kongres yang tidak setuju dengan rekomendasi untuk berdiri. Namun kubu PSSI tidak ada yang berdiri, malah berteriak-teriak bahwa cara itu tidak bisa dilakukan.

Anggota Eksekutif PSSI Togar Manahan Nero ikut angkat bicara dan dengan nada tinggi meminta butir delapan dari rekomendasi tersebut dihapus. Agum kembali terdiam dalam air muka yang tidak berubah. Melihat dia seperti itu, suasana kongres sempat hening. Para peserta menunggu-nunggu apa yang akan terjadi.

Agum lalu menawarkan, siapa yang setuju dan tidak dengan hasil rekomendasi tersebut. Masing-masing kubu bersuara. Masih deadlock. Sementara kubu PSSI masih lebih dominan dengan teriakan-teriakannya.

Akhirnya Agum mengambil keputusan bahwa butir delapan tersebut, tentang ide pembentukan Dewan Sepakbola Nasional, ditiadakan alias dianulir, sebagaimana keinginan pihak PSSI. Peserta lain, yang suaranya memang terlanjur kalah sedari awal, tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Agum lalu mengetuk palu sidang, menyerahkan hasil rekomendasi yang tinggal tujuh poin itu kepada Menegpora Andi Mallarangeng, yang kemudian secara resmi menutup kongres tersebut.

Beberapa peserta kongres menunjukkan sikap kekecewaan. Dari beberapa mulut mereka terdengar gerutuan, "PSSI menang."




7 Butir Rekomendasi KSN Malang:

1. PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah kongkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat.

2. Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepakbola.

3. PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh stake holder terutama KONI dan pemerintah.

4. Dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penangan secara khusus melalui pendekatan IPTEK, dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat, dan pakar olahraga, dan perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah Sepakbola, PPLP dan PPLM sepakbola

5. Metode pembinaan atlet pelajar/muda agar juga memperhatikan pendidikan formalnya.

6. Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sasaran untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan).

7. Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam SEA Games 2011.

Adapun butir kedelapan yang tidak jadi ditetapkan sebagai bagian rekomendasi berbunyi: "Pemerintah dan masyarakat perlu mengawal hasil rekomendasi yang konkret, dalam hal ini diminta kepada Presiden RI untuk membentuk Dewan Sepakbola Nasional yang bersifat Independen."
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 21 November 2018
Rabu, 21 November 2018
Senin, 19 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Jumat, 09 November 2018