Beritabatavia.com -
Direktorat Jenderal Imigrasi setidaknya telah sukses melakukan operasi terhadap Warga Negara Asing (WNA) dengan menangkap 26 orang dalam beberapa pekan terakhir. Kendati demikian Kabag Humas Dirjen Imigrasi, Bambang Catur Puspitowarno mengatakan , pihaknya akan terus melakukan operasi yang sama di sejumlah tempat hiburan malam.
Menurutnya, Imigrasi sudah mengetahui lokasi yang dijadikan tempat penampungan para wanita asal Cina dan warga asing lainnya . Kita sudah inventerisasi lokasinya, tinggal menunggu yang tepat melakukan operasi, tegas Catur.
Sebelumnya, dengan operasi serupa, pihak Imigrasi berhasil menangkap tujuh perempuan WNA RRC yang menyalahgunakan visa pada 20 Mei lalu. Ketujuhnya ditangkap di sebuah Panti Pijat berinisial 'B' di kawasan Mangga Dua. Mereka masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta sekitar Bulan Maret -Mei 2010 dengan menggunkan Visa Kunjungan Sosial Budaya dengan index Visa B/211 yang dikeluarkan atas kuasa Perwakilan Republik Indonesia oleh Perwakilan RI di Guangzhou.
Terakhir, pihak Imigrasi kembali menciduk 19 WNA yang dipekerjakan pada Spa V2 di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, 26 Mei lalu. Dari ke-19 WNA tersebut, 5 diantaranya berkewarganegaraan RRC, 4 (Thailand), 1 (Filipina), 4 (Vietnam, dan 5 (Uzbezkisthan). Saat ditangkap ke-19 WNA tersebut tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen keimigrasian seperti paspor kebangsaan dan visa.
Dari sejumlah orang yang ditangkap, WNA dari Thailand, Filipina dan Vietnam terbilang sukup baru bagi pihak Imigrasi. Artinya, jaringan yang memperkerjakan para wanita asing di Indonesia mulai berkembang. Untuk itu, pihak imigrasi akan terus mempersempit ruang gerak para jaringan ini agar tidak berkembang menjadi luas.
Dari beberapa kasus yang terjadi, jelas ini merupakan tugas berat bagi Dirjen Imigrasi untuk membrantas para WNA yang menyalahgunakan Visa mereka dalam megelabui petugas. Untuk Bambang mengatakan akan terus meningkatkan usaha ini terhadap sejumlah tempat hiburan malam yang kini telah menjadi target operasi mereka.
Ini merupakan hasil baik dari operasi yang telah kami lakukan dalam bebrapa bulan terakjhir. Namun kami tidak akan berhenti sampai di sini. Karena masih ada sejumlah tempat hiburan yang saat ini tengah berada dalam pengawasan kami, papar Bambang.
Selanjutnya, Bambang juga sangat mengharapkan dukungan dalam menjalankan operasi ini dengan menerima segala laporan dari masyarakat mengenai adanya tempat hiburan malam yang memperkejakan sejumlahperumpuan asing di sejumlah wilayah di Jakarta.
Sukses atau tidaknya operasi ini akan terwujud apabila masyarakat juga mau membantu kami dengan memberikan laporan prihal adanya sebuah tempat hiburan malam yang memperkejakan perumpuan asing secara ilegal. Tentu laporan tadi juga harus didukung dengan data yang lengkap untuk selanjutnya bisa kami lakukan pengawasan, tambahnya. O jns