Beritabatavia.com -
Medecins Sans Frontieres (MFS) sebuah LSM internasional yang siap memberikan pertolongan medis pada negara-negara yang mengalami konflik, menyatakan keprihatinan mendalam atas tewasnya dua anggota mereka yang terbunuh pada 29 Desember 2011 karena kerusuhan saat mereka sedang bertugas di Mogadishu, ibukota Somalia.Dalam situs resmi mereka, MSF. org, seorang pekerja sosial langsung tewas dalam kejadian ini, seorang lagi dilarikan ke Rumah Sakit setempat dan akhirnya tewas setelah sempat dioperasi. Kedua korban itu adalah warga Indonesia, Andreas Karel Keiluhu atau Kace (44) yang telah bergabung dengan MSF sejak 1998. Selama itu dia bekerja untuk MSF di Indonesia, Etiopia, Thailand, dan Somalia.Lainnya adalah warga Belgia, Philippe Havet, (53) koordinator lapangan yang berpengalaman yang bergabung sejak 2000, dan telah bertugas di Angola, Kongo, Indonesia, Lebanon, Sierra Leone, Afrika Selatan dan Somalia.Penjelasan terperinci mengenai penembakan ini belum jelas, menurut MSF. Prioritas mereka adalah mengurus mereka yang terpengaruh besar akibat peristiwa ini, yaitu keluarga serta kolega dari korban.MSF akan merekolasi sejumlah staffnya karena alasan keamanan, namun tetap berkomitmen untuk meneruskan kegiatan mereka di Mogadishu serta tempat lain di Somalia.
Kace dan Philippe selama di Mogadishu bekerja untuk membantu perawatan darurat untuk penduduk Mogadishu yang terlantar akibat perang saudara. O brn