Beritabatavia.com -
Tim SAR Pakistan terus mengais puing-puing yang membara, reruntuhan Bhoja Air yang jatuh setelah terhantam badai. Meski kecil kemungkinan ke-127 penumpang selamat, mereka terus berusaha mengumpulkan para penumpang, yang jatuh di sebuah lahan gandum. Pedsawat itu tengah mendarat ketika badai datang dan mengempaskannya.
Sumber pemerintah mengatakan tidak ada yang selamat dalam kecelakaan pesawat Boeing 737-200 di dekat Benazir Bhutto International Airport. Ini adalah bencana udara terbesar kedua di Pakistan dalam waktu kurang dari dua tahun. Hampir dipastikan tak ada korban pesawat yang selamat, menurut Menteri Pertahanan Ahmed Mukhtar Chaudhry, seperti dilansir AP
Bhoja Air merupakan maskapai domestik yang hanya memiliki empat pesawat. Maskapai ini baru beroperasi kembali bulan lalu setelah dibekukan pada tahun 2001 akibat kesulitan keuangan.
Direktur Administrasi Bhoja, Javed Ishaq, kepada wartawan dan kerabat dari penumpang menyatakan pesawat jatuh akibat angin yang sangat besar. Pesawat itu dalam kondisi baik. Ini semua kemauan dari Tuhan, kata Ishaq, berbicara di bandara Karachi, kota terbesar Pakistan. Kerabat korban mencemooh dia dan menuntut diterbangkan ke Islamabad untuk mengevakuasi sendiri mayat orang yang mereka cintai.
Pesawat itu telah diberi izin untuk mendarat, kata seorang pengendali lalu lintas udara. Namun sebuah badai besar memecut Islamabad pada saat kecelakaan itu, sekitar pukul 06.40 waktu setempat.
Ini benar-benar cuaca buruk untuk penerbangan, kata Kapten Angkatan Laut Arshad Mahmood, yang tinggal dekat lokasi kecelakaan. Pilot terpaksa bergerak ke bawah untuk menghindari awan yang menghasilkan petir dan guntur.
Kepala polisi Islamabad Bani Yameen mengatakan tidak ada korban di darat yang dilaporkan turut jadi korban. Seluruh korban tewas adalah penumpang pesawat, katanya. o ep