Beritabatavia.com -
Pengajar kajian kepolisian dari Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar, menilai polisi harus bertindak tegas pada kekerasan yang dilakukan anggota organisasi masyarakat.
Jangan hanya keras terhadap gerakan mehasiswa atau aksi terorisme, namun terhadap aksi anarki ormas justru melemah, ujarnya di Jakarta, Senin (7/5).
Kasus bentrokan di Solo pekan lalu, dan pembubaran paksa diskusi buku di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jaksel, Jumat (4/5), telah menjadi bukti, semakin beringasnya tindakan anggota organisasi massa (ormas), khususnya yang berlatar belakang agama.
Menurut Bambang, tindakan ormas terjadi karena berbagai sebab, salah satunya didasari rasa kecemburuan sosial, mengingat rata-rata anggota ormas itu adalah kalangan pengangguran.
Kalau sudah soal pengangguran seharusnya pemda ikut berperan misalnya dengan membuka lapangan kerja. Kalau mereka memiliki pekerjaan tetap, tentu ada kesibukan, tidak pergi berombongan meneror masyarakat, jelas Bambang Widodo.
Bambang Widodo juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian di lapangan, yang seolah tunduk pada kehendak ormas, sebagaimana terlihat secara kasat dalam kasus bentrokan di Solo dan pembubaran acara di Salihara. O brn