Beritabatavia.com -
Rencana Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan memberikan penghargaan berupa Bintang Bhayangkara Utama kepada Ketua Kepolisian malaysia mengundang protes bahkan kecaman keras. Ketua Presedium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane meminta Kepolri membatalkan rencana pemberian penghargaan kepada Ketua Police Negara Police Diraja Malaysia Tan Sri Ismail bin Omar. Karena,pemberian gelar kepada kepolisian Malaysia ini akan sangat melukai hati nurani bangsa Indonesia dan menzalimi rasa keadilan rakyat Indonesia, khususnya para TKI dan TKW. Sebab belum lama ini tiga TKI di Malaysia tewas akibat diberondong tembakan polisi Diraja Malaysia. Ironisnya fakta ini tidak menjadi perhatian Polri yang kemudian tega-teganya memberi gelar Bintang Bhayangkara Utama buat Ketua Police Diaraja Malaysia.Apakah membantai TKI di Malaysia dianggap sebagai sebuah prestasi oleh Polri, sehingga polisi Malaysia harus diberi gelar Bintang Bhayangkara Utama. Untuk itu IPW mendesak rencana tersebut dibatalkan, tegas Neta.Polri rencananya akan memberikan gelar Bintang Bhayangkara Utama kepada dua orang, yakni Ketua Police Negara Police Diraja Malaysia Tan Sri Ismail bin Omar dan KSAD Jenderal Edi Pramono. Pemberian gelar tersebut dijadwalkan pada Kamis 25 Juni 2012 di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta.Pemberian gelar tersebut berkaitan dengan Hari Bhayangkara Polri pada 1 Juli mendatang. Ketua Panitia Hari Bhayangkara Komjen Sutarman yang juga Kabareskrim sudah menandatangani persetujuan pemberian gelar bagi Kapolri Malaysia ini.0 son