Beritabatavia.com -
PT Pertamina (Persero) melakukan operasi pasar elpiji tiga kg menyusul kenaikan harga komoditas bersubsidi tersebut di sejumlah daerah.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan, operasi dilakukan antara lain di Cianjur, Tangerang, dan Bandung.
Kalau ada harga tinggi, kita akan taruh stok di situ, agar konsumen mendapatkan harga yang sesuai, katanya.
Ia mengatakan, operasi pasar dilakukan setelah penambahan pasokan tidak juga menurunkan harga elpiji.
Harga elpiji tiga kg sempat menyentuh Rp18.000 per tabung. Padahal, harga eceran tinggi (HET) di pangkalan hanya Rp12.750 per tabung.
Selisih harga tersebut biasanya dinikmati para pengecer dan pedagang keliling.
Jalur distribusi elpiji adalah dari Pertamina dikirim ke stasiun elpiji terus ke agen lalu pangkalan dan selanjutnya ke pengecer dan pedagang keliling.
Menurut Hanung, tanggung jawab Pertamina adalah elpiji dipasok secara cukup di pangkalan sesuai dengan HET pemda.
Kelangkaan elpiji juga terjadi setelah Pertamina melakukan penataan distribusi.
Penataan, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan pendistribusian elpiji tepat sasaran dan kuota dapat terjaga hingga akhir tahun.
Namun, setelah penataan, ternyata ada sedikit kelangkaan di Jabar, ujarnya.
Selama enam hari terakhir, Pertamina menambah 22 persen dari alokasi normal atau 283.243 tabung per hari di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Khusus untuk daerah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang, Pertamina mendistribusikan tambahan sebanyak 636.360 tabung atau 106.060 tabung per hari dari normal 242.432 tabung per hari.
Pertamina bertugas menyalurkan elpiji pada 2012 sebanyak 3,61 juta ton. Sampai kuartal pertama 2012, realisasi penyaluran telah 1,17 juta ton.
Alokasi elpiji tiga kg dan kebijakan penentuan HET merupakan kewenangan pemerintah berdasarkan usulan dari pemda.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri No 17 Tahun 2011 dan Menteri ESDM No 5 Tahun 2011. O ant