Beritabatavia.com -
Tempe dan tahu untuk sementara 'hilang' di Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Pedagang sayur di Pasar Palmerah, Sumini (53) mengatakan sejak Selasa malam tidak ada aktivitas penjual tempe-tahu dan stok kedua barang itu tidak ada di pasar tersebut.
Sebelah tempat berdagang saya adalah penjual tempe dan tahu, tapi sejak Selasa malam tidak ada, kata Sumini.
Ia mengatakan berhentinya aktivitas penjual tempe dan tahu itu akan berlangsung mulai hari ini hingga Minggu (29/7).Dia mengatakan hal tersebut karena tidak adanya pasokan tempe dan tahu kepada pedagang, sehingga para penjual tidak beraktivitas seperti biasa. Selain itu, karena harga kedelai saat ini naik.Sumini mengatakan sejak tempe dan tahu mulai langka, pedagang tempe dan tahu masih dijual seperti harga yakni Rp3.000 - Rp6.000 per potong.
Pedagang lain, Sutardi (54) mengatakan jumlah penjual tempe dan tahu di Pasar Palmerah sekitar 20 orang lebih.
Namun menurutnya dari Selasa malam hingga hari Rabu tidak ada satupun yang berjualan.Seperti diberitakan sebelumnya Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI) akan menghentikan produksinya dari hari Rabu hingga Jumat (27/7) akibat naiknya harga kedelai yang mencapai 35 persen.Penghentian produksi tahu tempe ini akan diikuti di wilayah Jabodetabek dan tidak menutup kemungkinan di 18 provinsi di Indonesia.
Kenaikan harga kedelai mencapai 35 persen jika dihitung dari Januari 2012 masih Rp 5.500/kg, bulan Maret sampai Juni naik menjadi Rp 6.700/kg, kemudian pada Juli harganya naik Rp 100 per kilogram setiap harinya. Kini mencapai Rp 7.900/kg. O brn/ant