Beritabatavia.com -
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan mempertanyakan komitmen Menteri Kelautan Sharif Cicip Sutarjo terkait masih berlangsungnya impor ikan. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah dan luar biasa, ternyata ikan tuna masih diimpor secara besar-besaran.
Berdasarkan data olahan KIARA hingga Kuartal I 2012 setidaknya terdapat tujuh komoditas tuna impor, yang juga komoditas ekspor Indonesia.
Kami melihat Kementerian Kelautan tidak sedang serius menghentikan ketergantungan Indonesia dengan produk ikan impor. Apalagi diketahui ikan tuna yang sesungguhnya cukup kaya di perairan Indonesia ternyata masih diimpor. Kami menemukan impor ikan sejenis lainnya masih berlangsung, di antaranya: gurita, cumi-cumi hingga berbagai jenis udang. papar Riza Damanik, Sekjen Kiara di Jakarta, Rabu (25/7).
Ada tujuh komoditas tuna impor yang juga diekspor Indonesia, pada Januari hingga April 2012. Ikan tuna jenis Oth tunas, excl.fillets, livers & roes dengan volume impor mencapai 87.750 Kg, yang nilai Impor sebesar 53.818 dolar AS
Juga ikan tuna jenis Albacore/longfinned tunas,excl.fillet dengan nilai impor 440.375 dolar AS yang beratnya mencapai 50.750 Kg. Ikan tuna jenis Yellowfin tunas, excl.fillet, liver yang beratnya mencapai 870.890 Kg dengan nilai impor sebesar 1.955.475 dolar AS
Selain itu, Skipjack or stripe-bellied bonito, excl dengan nilai impor 2.628.736 dolar AS yang berat impornya mencapai 1.275.400 Kg. Dan ikan Bigeye tunas, excl.fillets, livers dengan berat mencapai 8.612 Kg dengan nilai impor mencapat 247.225 dolar AS.
Dan Oth tunas, excl.fillets,livers & roes yang nilai impornya 149.574 Kg dengan berat 24.730 Kg. Ikan tuna jenis Frozen fillets of tunas, skipjack dengan berat 102.598 Kg senilai 255.350 dolar AS. Jadi total nilai impornya mencapai 5.730.553 dolar AS dengan berat 2.520.730 Kg, jelasnya.
Menurutnya, kebijakan Menteri Cicip membuka pintu bagi ikan impor semakin tidak relevan, karena membuat arah kebijakan perdagangan perikanan nasional mengalami ketidakseimbangan yang dalam.
Di satu sisi, ekspor masih didominasi oleh ikan mentah dan segar sebagai bahan baku industri di banyak negara. Sementara impor tidak hanya memasukkan produk ikan olahan, juga sejumlah produk ikan yang sebenarnya bisa ditemukan dan dikembangkan di dalam negeri, sambung dia. o endy