Ist.
Pemberian gelar pahlawan nasional bukan mutlak milik warga negara Indonesia
yang berjuang di medan perang dengan memanggul senjata, tapi juga mereka yang berstatus olahragawan
berprestasi dunia. Jadi olahragawan berprestasi dunia itu layak jadi pahlawan
nasional.
Demikian dikatakan legenda olahraga bermotor (otomotif) Indonesia, Tinton
Soeprapto di sela-sela syukuran atas pengangkatannya sebagai Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (Yapeta) di
Hotel Crown Jakarta, Selasa, (6/4) malam.
Menurut Tinton, olahragawan berprestasi dunia itu juga telah mengangkat harkat
dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional.’’Kalau sekarang ini kan
atlet berprestasi dunia cukup dengan pemberian bonus. Padahal bonus itu tidak langgeng
karena yang namanya uang cepat habis,’’kata putra salah satu pejuang Pembela
Tanah Air (Peta), Letjen TNI (Purn) Soeprapto ini.
Tinton lebih lanjut mengatakan sebaiknya para atlet yang berprestasi dunia itu
mendapat tunjangan seumur hidup dari negara. Jika para Jenderal ketika
meninggal dunia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata maka atlet
berprestasi dunia pun juga mendapatkan fasilitas yang sama.
Sampai saat ini baru sembilan atlet Indonesia (bulutangkis) mendapatkan Bintang
Mahaputra dari pemerintah dengan memiliki hak istimewa yakni dimakamkan di TMP
Kalibata jika kelak mereka meninggal dunia.
Kesembilan atlet bulutangkis itu adalah Rudy Hartono (juara 8 kali All
England), Susi Susanti, Alan Budikusuma (emas Olimpiade Barcelona 1992), Ricky
Subagja/Rexy Mainaky (emas Olimpiade Atlanta 1996), Toni Gunawan/Chandra
Widjaya (emas Olimpiade Sydney 2000), Taufik Hidayat (emas Olimpiade Athena 2004) dan Markis Kido/Hendra Setiawan (emas Olimpiade Beijing
2008).
Tinton sendiri mengaku miris karena tak sedikit atlet dan mantan
atlet berprestasi dunia yang kehidupannya sangat memprihatinkan.’’Nah
semestinya pemerintah memperhatikan nasib mereka. Saya salut dengan Menegpora
sebelumnya Pak Adhyaksa Dault SH yang berhasil memperjuangkan atlet dan mantan
atlet berprestasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) serta memperoleh
rumah,’’papar ayah kandung pembalap kakak beradik Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto
ini.
Jika ini konsisten dilakukan pemerintah, Tinton yakin nasionalisme generasi muda kita
khususnya yang menjadi olahrgawan tertanam dan terjaga dengan baik.