Beritabatavia.com -
Korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, mencemaskan kemungkinan air
pasang laut (rob) yang diperkirakan terjadi pada 25-27 Januari 2013,
masa puncak pasang air laut.
Salah seorang warga yang bermukim di sekitar kali Opak, Penjaringan,
menuturkan bahwa banjir kali ini serupa dengan banjir pada 2002.
'Bisa sampai seleher orang dewasa. Bedanya, waktu itu air lebih cepat surut, sekarang sudah sepekan lebih,
air belum surut,' jelasnya ketika ditemui, Jumat (25/1).
Banjir pada 2007 menurut dia hanya sebetis orang dewasa. Dia menepis
kemungkinan banjir karena kiriman dari hulu sungai. 'Lihat aja air kali
Opak tenang. Ini karena rob, apalagi kabarnya pompa rusak,' jelasnya.
Sementara Lilis Jumaliah, warga RW 03/07 Penjaringan mengaku cemas
dengan rob. 'Jadi cemas dengan rob, katanya air bisa satu meter,' kata dia.
Lilis menceritakan, tempat tinggalnya memang kerap terdampak banjir
akibat air pasang, namun biasanya genangannya hanya sekitar 40 cm dan
langsung surut sehingga tidak perlu mengungsi.
'Kalau banjir air sampai sedada dan kami terpaksa mengungsi,' ujar Lilis.
Hal senada dikatakan Faisal Syam, Ketua RW03 Penjaringan. Menurut Faisal
warga di daerah tersebut sudah terbiasa dengan rob tapi banjir kali ini
di luar dugaan dampaknya sangat dirasakan.
'Masalah banjir kita sudah terbiasa, tapi kendalanya banjir inikan
karena mesin pompa di RW17 RT20 tidak aktif, kalau aktif tidak akan
seperti ini,' kata Faisal.
Faisal mengatakan, pihaknya sudah mengimbau warga untuk tetap waspada
terhadap banjir rob meskipun banjir yang terjadi pekan lalu mulai surut.
Ia juga mengingatkan mesin pompa di pintu air harus siap diaktifkan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir yang lebih besar. O brn