Beritabatavia.com -
Warga serta pemakai jalan di kelurahan Gandaria selatan dan Cipete Selatan, Cilandak Jakarta Selatan berharap Pemprov DKI memperbaiki terlebih dulu sarana jalan penunjang yang ada sebelum Mass Rapid Transportation (MRT) dibangun. Warga khawatir jalan bakal makin macet jika proyek MRT dimulai. Macetnya bakal tak ketulungan jika proyek jalan itu betul dikerjakan di lintas Lebak Bulus Fatmawati Dukuh Atas. Jadi perlu ada jalan alternatif yang memadai, kata Ny. Sumarso, warga Kel. Gandaria Selatan, Cilandak, Kamis (8/7).
Belum ada kegiatan saja , dari Jl. Raya Lebak Bulus, Jl. TB Simatupang, Jl. Raya Fatmawati, Jl. Panglima Polim, Jl. Sisingamanggaraja, Jl. Jend. Sudirman hingga stasiun Dukuh Atas macet dan antrean kendaraan terjadi hampir setiap hari.
Menurut dia, Pemda diharapkan memperbaiki sarana jalan lainnya untuk menantisipasi masalah tersebut. Mumpung masih sosialisasi dan dikerjakan sekitar tahun mendatang jalan alternatif harus dipersiapkan terlebih dulu, katanya.
Ruly, pemilik Ruko yang bakal terkena proyek MRT, mengaku tak masalah bila terkena proyek pembebasan lahan asalakan nilai ganti ruginya di atas NJOP atau sekitar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta/M2.
Sosialisasi Dilakukan Pekan Depan
Wakil Camat Cilandak Said Ali didampingi Lurah Gandaria Selatan Iwan K dan Lurah Cipete Selatan Ny. Nurul, mengakui bahwa sosialisasi pembebasan lahan akan dilakukan pekan depan.
Nilai ganti rugi sesuai NJOP atau sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta/M2, tuturnya yang mengaku sebagian rumah yang terkena proyek adalah Ruko, pertokoan dan perkantoran.
Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jaksel Manggara Pardede, mengakui proyek MRT memang sudah diprogram lama dan sudah melakukan pembayaran serta sosialisasi untuk rumah warga yang terkena di Kel. Pondok Labu dan Lebak Bulus.
Sedikitnya 14 kelurahan yang tersebar 3 Kecamatan yakni Kec. Cilandak, Kebayoran Baru dan Setiabudi bakal terkena pembebasan lahan untuk proyek tersebut, ujarnya. O brn