Beritabatavia.com -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya atas tragedi akhlak yang melanda masyarakat. SBY menyatakan, kebebasan bukan tanpa batas.
Kepada masyarakat luas saya menyerukan agar dapat mempraktikkan kehidupan yang mempedomani nilai-nilai agama, moral dan kesusilaan, kata SBY dalam pidato menyambut Hari Isra Miraj di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/7).
Manakala perbuatan tidak terpuji dan merusak nilai-nilai agama, moral, dan akhlak itu juga melanggar hukum dan ketentuan perundang-undangan, SBY berharap para aparat penegak hukum menjalankan tugasnya secara tegas, dan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan perilaku buruk dan merusak nilai-nilai agama, moral, dan akhlak terus berkembang di tengah masyarakat.
Dalam kaitan itu, sering saya kemukakan bahwa di negeri ini, tidak ada kebebasan dan hak yang tanpa batas. Kebebasan, meskipun mengatasnamakan demokrasi dan hak asasi manusia, juga ada tata krama dan batasannya, sebagaimana tercantum dalam konstitusi kita, kata SBY.
Aturan ini berlaku bagi siapapun yang memegang hak dan kebebasan. Ini juga berlaku bagi para pelaku demokrasi di negeri ini. Jika kita semua, negara, dan bahkan para penegak hukum menjalankan tugasnya dengan baik sebagaimana yang saya gambarkan tadi, maka hilangkanlah pikiran dan tuduhan bahwa seolah-olah kebebasan dan hak mulai dibatasi, kata SBY.
Hilangkan pula anggapan, bahwa negara dianggap terlalu campur tangan dalam kehidupan individu atau ranah kehidupan masyarakat. Justru sebaliknya, negara, pemerintah dan masyarakat ingin menyelamatkan akhlak, moral dan budi pekerti masyarakat dan bangsa kita, kata SBY. O ale