Beritabatavia.com -
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, akhir pekan lalu, langsung
bersikap sangat tegas tanpa banyak rapat sana-sini di negaranya. Dia memastikan
akan mengganjar hukuman berat bagi pebisnis dan perusahaan berbadan hukum
Singapura yang berbisnis sawit di Indonesia, yang diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan di Riau.
"Kami tidak bisa memperkirakan kapan asap terus ada. Bisa untuk beberapa pekan, bisa juga sampai akhir musim kemarau di Sumatera,' ujarnya. Lee mengaku pihaknya membantu data satelit untuk memetakan titik api di Sumatera pada Indonesia.
Lee mengaku pejabat Indonesia mengatakan perusahaan yang terlibat mengacu pada Singapura dan Malaysia. 'Jika ada perusahaan Singapura di Sumatera atau yang berbasis di Singapura terlibat, kami akan menindaklanjutinya,' jelas Lee.
Asap skala masif yang membahayakan keselamatan manusia, perhubungan laut
dan udara, sampai aktivitas ekonomi dan bisnis, serta aspek sosial, ini
sangat merisaukan Singapura dan Malaysia. O reuters