Beritabatavia.com -
Kepala Dinas Olahraga Daerah (Disorda) DKI Jakarta, Ratiyono menuturkan ambruknya konstruksi tangga dalam proses pengerjaan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Koja, Jakarta Utara dikarenakan kelebihan material cor.
'Kekuatan konstruksi tangga hanya mampu menahan beban sebesar dua ton, namun beban yang ditahan justru lebih besar, yakni mencapai enam ton,' tutur Ratiyono di Balaikota, kemarin.
Dia mengungkapkan peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja karena secara keseluruhan, proses pengerjaan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
'Jadi, peristiwa ini murni kecelakaan kerja. Kami juga sudah menyerahkan proses penyelidikan kecelakaan ini kepada Polres Jakarta Utara,' ungkap Ratiyono.
Dengan adanya kecelakaan tersebut, dia menambahkan proyek yang semula membutuhkan waktu selama 165 hari, yakni dari 3 Juli 2013 hingga 14 Desember 2014, diperkirakan akan mengalami pemunduran.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai ambruknya GOR Koja dikarenakan pembangunannya ditangani oleh pihak yang kurang berpengalaman.
Menurut Jokowi, pembangunan GOR itu seharusnya bukan dikerjakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI, melainkan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI.
'Walau pun pada saat pembangunannya menggunakan jasa konsultan, dinas terkait tetap berlaku sebagai penanggung jawab, sehingga hal-hal teknis tetap dapat terawasi dan kecelakaan kerja dapat diminimalisir,' ujarnya. O brn