Beritabatavia.com -
Pada 25 Oktober 1950, sebuah pesawat jatuh dekat puncak Mont Blanc, pegunungan Alpen Swiss. Mereka yang selamat berjuang dengan putus asa melewati badai untuk mencapai tempat yang aman. Mereka berjuang selama 3 hari, namun berakhir mengenaskan. Tidak ada yang selamat dari 40 penumpang pesawat serta 8 kru pesawat Malabar Princess, anak perusahaan Air Indiia. Pesawat malang itu berangkat dari Bombay, India dan hendak transit di Jenewa, Swiss sebelum menuju London, Inggris.
Sekarang, seorang siswa Inggris yang sedang menuju pegunungan Alpen untuk mempelajari Global Warming menemukan sebuah kotak surat yang berasal dari pesawat Malabar Princess itu. Freya Cowan, siswi geografi Universitas Dundee menemukan sekitar 75 surat dan kartu ulangtahun lengkap dengan nama pengirim serta penerimanya. Dia menemukannya di bawah tumpukan batu dan salju yang telah meleleh di ketinggian 8000 kaki. Ia menemukan empat ikatan surat didalamnya serta sebuah cap pos diatasnya bertuliksan Bombay,1950.
Saya kira ini gurauan, sebelum saya tahu bahwa ini berasal dari pesawat yang jatuh itu,ujarnya pada Telegraph, Rabu (28/7). Beberapa surat dari Malabar Princess pernah ditemukan, namun tidak dalam jumlah sebanyak ini. Namun kelihatannya tidak ada satupun surat itu yang ditulis didalam pesawat oleh penumpangnya. Tujuan surat itu adalah ke Amerika Serikat. Beberapa surat itu telah disampaikan oleh mereka ke tujuannya.
Terkejut Setelah Terima Surat
Tim Reid, ahli salju yang ikut dalam perjalanan, akan mengantar surat itu pada anak perempuan dari kapten Hank Smith, pilot AS yang telah meninggal pada 1999. Surat itu menceritakan tentang pengalaman Hank selama ia menjadi pilot di Bombay dan Timur Tengah, ujar Reid. Salah satunya adalah pengalamannya waktu hendak menuju Basra, Irak, namun mengalami masalah dengan pesawatnya dan harus turun di perkampungan tentara Inggris. Sayangnya mereka tidak cukup persediaan air bersih sehingga terpaksa harus minum bir. Ia disana selama 3 atau empat pekan menunggu pesawat diperbaiki, namun disana ia harus membantu Inggris untuk mempertahankan onderdil pesawat dari serangan suku Bedouin, ujar Reid. Sebelumnya Reid tidak tahu kepada siapa surat itu dikirim, namun Reid berhasil melacak keberadaan anak perempuan Smith. Dia sangat terkejut, dan merasa ini adalah keajaiban, lanjutnya. Ia akan mengirim surat itu setelah melapis surat itu agar tidak hancur.
David Barratt, siswa lain, melacak keberadaan penerima surat dari D Jones, seorang relawan Bala Keselamatan (Salvation Army) kepada kakaknya, Harlan Cleveland dan istrinya, Ethel. Sekarang Harlan berumur 90 tahun dan hidup dalam rumah jompo milik Bala Keselamatan di St Petersburg, Florida. Tanggal surat itu adalah 30 Oktober 1950, hanya 5 hari jelang jatuhnya pesawat, surat itu berkisah tentang tugas misionarisnya di India serta dia meminta uang pada kakaknya untuk membeli kamera. Sementara Cowan ingin mengantar dua surat yang diketik dan ditulistangan, semua ditulis oleh Myra, yang juga adalah misionaris. Penerimanya adalah Georgianna Roadaswel in Ohio, di desa Haskins. Sebuah surat bertanggal 30 Oktober 1950 ditujukan pada lady Moore. Ironisnya,surat itu berbunyi,Saya tidak biasa menulis surat hanya satu jam setelah saya terima, namun ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan' Surat itu bercerita tentang kendalanya menjadi misionaris di India. 'Sekarang sedang tumbuh perasaan anti misionaris disini diantara beberapa warga. Saya merasa ini berasal dari seorang wanita, dan saya terus berdoa agar ia dituntun ke jalan yang terang O brn