Selasa, 30 Desember 2014 15:49:23

IPW: Polisi Masih Sulit Dipercaya

IPW: Polisi Masih Sulit Dipercaya

Beritabatavia.com - Berita tentang IPW: Polisi Masih Sulit Dipercaya

Sepanjang 2014, Indonesia Police Watch (IPW) mencatat ada 41 polisi yang tewas dan 42 mengalami luka saat menjalankan tugas. Ada peningkatan jumlah ...

IPW: Polisi Masih Sulit Dipercaya Ist.
Beritabatavia.com - Sepanjang 2014, Indonesia Police Watch (IPW) mencatat ada 41 polisi yang tewas dan 42 mengalami luka saat menjalankan tugas. Ada peningkatan jumlah polisi yang tewas dibanding pada 2013 yang hanya sebanyak 27 orang dan luka 72 orang. Kemudian ada 13 kasus salah tembak yang menyebabkan tujuh orang tewas dan 20 luka. Peristiwa lainnya adalah kasus kaburnya 62 tahanan dari sembilan kantor polisi di Indonesia.

Ketua Presidium IPW Neta Pane mengatakan, pihaknya memberikan catatan bahwa, krisis keamanan dan krisis kepercayaan kepada Polri masih terjadi disepanjang 2014. Begitu juga keluhan terhadap sikap, prilaku dan kinerja aparat kepolisian masih menjadi persoalan klasik yang tak kunjung bisa diatasi Polri.

Upaya membenahi sikap,prilaku dan kinerja anggotanya, terutama jajaran bawah, sudah dilakukan dengan memberikan renumerasi, tetapi belum juga maksimal. Sedangkan perubahan mind set di jajaran atas belum maksimal. Jajaran elit Polri cenderung larut dengan pencitraan. Akibatnya, keinginan Polri untuk mendapat kepercayaan masyarakat tidak pernah terwujud. Di sepanjang 2014 masyarakat masih menilai, polisi masih sulit dipercaya, kata Neta.

Sebenarnya, Neta melanjutnya, Polri cukup berhasil mengamankan Pemilu dan Pilpres 2014, dimana momentum ini sangat rawan, mengingat akan munculnya presiden baru. Polri juga berhasil menekan aksi terorisme. Meskipun di akhir 2012, Poso dan Solo sempat bergolak. Kelompok-kelompok  radikal melakukan uji nyali menyerang fasilitas Polri, antara lain 4 kantor polisi dikirimi bom. Namun di sepanjang 2014, Indonesia aman dari teror bom.

Tetapi, angka kriminalitas, terutama dengan menggunakan senjata api (senpi) cukup tinggi. Hal ini menunjukkan peredaran senjata api ilegal di Indonesia pada 2014 masih tinggi. Konflik sosial di masyarakat eskalasinya juga meningkat. Perang antar kampung seperti tidak terkendali, termasuk di Jakarta. Begitu pula konflik TNI-Polri di 2014 ada tujuh kali yang menyebabkan dua tewas dan 10 luka. Sementara di 2013 hanya ada empat konflik TNI-Polri. Namun konflik di kawasan tambang dan perkebunan terlihat menurun di 2014.

Menurut Neta, angka curanmor juga relatif tinggi. Kejahatan narkoba makin mengkhawatirkan. Walau Polri terus menerus melakukan penangkapan, kejahatan narkoba tetap saja tinggi. Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah tidak pernah tegas dalam pemberantasan narkoba. Terbukti 53 napi hukuman mati tak kunjung dieksekusi sehingga tidak ada efek jera bagi bandar internasional untuk masuk ke indonesia.

Untuk itu, Neta menyarankan, pada 2015 Polri perlu mengkonsolidasikan diri, terutama dalam menyikapi pemerintahan baru Presiden Jokowi, yang membawa konsep Revolusi Mental. Polri perlu memperkuat jajaran Intelijen dan Bimas, yang tugasnya tidak hanya melakukan deteksi dan antisipasi dini di masyarakat. Tetapi lebih dari itu, harus melakukan deteksi dan antisipasi dini terhadap internal kepolisian. Sebab tantangan Polri ke depan cukup berat, terutama dalam menjaga sikap, prilaku, dan kinerja jajarannya.

IPW mendata, ada tujuh faktor kenapa krisis kepercayaan terhadap Polri terus terjadi. Yaitu; kontrol atasan sangat lemah, adanya target ambisius dari atasan, bawahan cenderung cari muka, tidak ada tolok ukur yang jelas dalam rotasi tugas, tidak ada sanksi pemecatan pada perwira tinggi bermasalah, gaya hidup hedonis makin membudaya di kepolisian, dan kekayaan elit-elit Polri dibiarkan tak terkendali.

Menurut Neta, saat ini yang diinginkan masyarakat dari Polri hanya ada tiga, yakni polisi senantiasa bersikap adil, polisi dapat memberi kepastian hukum, dan polisi mampu memberi jaminan keamanan. Sehingga masyarakat tidak merasa diombangambingkan dengan situasi yang tidak menentu, seperti terjadi bentrokan antar aparat keamanan atau banyaknya polisi ditembak pelaku kejahatan.
Bagaimana polisi bisa menjaga keamanan masyarakat, jika untuk menjaga keamanan dirinya sendiri tidak bisa. Sebab itu di 2015, Polri perlu melatih jajarannya agar profesional, tangguh, tanggap, dan terlatih, ujar Neta.O son
Berita Lainnya
Sabtu, 04 April 2026
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026