Beritabatavia.com -
Polri mengeluarkan kebijakan baru bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya sangat mulai untu meningkatan kompetensi anggota polisi yang lebih bagus lagi, lebih profesional dan lebih intelektual. Kebijakan itu dengan mengirimkan 70 lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol), untuk disekolahkan di luar negeri.
Tahun 2015 ini, Polri sudah menyiapakan anggaran untuk peningkatan SDM bagi 70 orang. Tahun depan jumlah anggota Polri yang belajar di luar negeri akan ditambah, jadi ada peningkatan. Bertahap terus jumlahnya agar kader Polri lebih siap, kata Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
Dilanjutkan, langkah ini juga sebagai peningkatan sistem karier dan kinerja di lingkungan Polri. Sekarang disekolahkan, mungkin butuh 1 sampai 2 tahun untuk kembali lagi ke Indonesia. Nantinya, jabatan juga disesuaikan. Kami konsisten terus melaksanakan kebijakan ini, sambung jenderal polisi bintang tiga ini.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, pembinaan karier ini mencontoh institusi kepolisian di negara maju, seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman. Di negara itu, lulusan terbaik akademi kepolisian diikutsertakan program expres way atau semacam kelas akselerasi. Mereka akan menjalani pendidikan kepolisian di negara-negara yang bersih dari korupsi.
Sehingga setelah lulus para calon perwira polisi ini telah dibekali pengetahuan mumpuni, tentang polisi dan penanganan perkara, khususnya. Saya minta ke Kalemdikpol, cemplungkan (lulusan terbaik Akpol) ke negara yang anti-korupsi. Ada 70 orang, kalau sudah lulus mereka sudah punya bekal. Lalu menularkan pengetahuannya ke teman-teman di sini, tutup Tito. o ndy