Beritabatavia.com -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan,yang diselenggarakan tepat tengah malam menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 65, Senin (16/8).
Presiden didampingi Ani Yudhoyono tiba di kompleks TMP Kalibata sekitar pukul 23.45 dan langsung menuju tempat upacara dilaksanakan dalam suasana temaram.
Presiden mengenakan setelan jas hitam bertindak inspektur upacara memimpin renungan suci selama sekitar 15 menit untuk menghormati jasa pahlawan. Upacara dimulai dengan sambutan singkat Presiden menyampaikan penghargaan terhadap jasa pahlawan, menyalakan obor, lalu ditutup doa oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.
Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Presiden Boediono dan istrinya Herawati, serta hampir seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Setelah upacara renungan suci selesai, Presiden beserta pejabat negara lainnya langsung meninggalkan kompleks pemakaman.
Upacara renungan suci dilaksanakan dengan pengamanan sangat ketat. Jalur menuju TMP Kalibata sudah ditutup sejak pukul 22.00 dengan pengamanan ratusan petugas polisi dan tentara bersenjata lengkap. Sedangkan lalu lintas sekitarnya dialihkan sejak pukul 22.00 hingga pukul 01.00 dinihari.
Terdapat 9.045 pahlawan yang dimakamkan dalam kompleks pemakaman seluas 25 hektar itu terdiri atas prajurit TNI, tokoh nasional yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara, serta pahlawan tidak dikenal.
Jas MerahSementara itu di Depok, Jawa Barat, renungan Malam Kemerdekaan juga dipimpin oleh walikota Depok, Nurmahmudi di Kecamatan Cilodong,Depok. Di tempat lain, calon wakil walikota Depok, Pradi Supriatna juga menggelar acara serupa sekaligus meresmikan posko pemenangan Pemilukada Depok, di Jalan Tole Iskandar 37, Depok. Pradi mengajak kita untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan, yang berjuang memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah. Karena itu slogan Bung Karno, salah satu proklamator kemerdekaan kita, yaitu 'Jas Merah' atau Jangan Sekali-sekali melupakan sejarah, patut diingat. Kemerdekaan kita diraih dengan susah payah, hanya bermodalkan bambu runcing, tapi bisa mengalahkan meriam penjajah. Sekarang setelah merdeka selama 65 tahun, hendaknya kita ingat kembali sejarah itu, ujarnya. Semoga dengan memahami sejarah, lanjut Pradi, kita makin maju sebagai bangsa serta mampu merangkul segala lapisan rakyat untuk membangun daerah masing-masing. O brn/ant