Beritabatavia.com -
Penyelidikan terhadap peran Rusia dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat terus bergulir dan kini menyentuh lingkaran paling dalam di Gedung Putih. Penyelidikan mengungkap menantu Presiden AS Donald Trump mencari sebuah jalur koÂmunikasi rahasia dengan Moskow. Tuduhan ini sangat seÂrius dan diperkirakan mengguncang Gedung Putih.
Jared Kushner--suami putri sulung Trump, Ivanka--disebutkan menyusun rencana dengan Rusia untuk menjajaki kemungkinan membuka jalur komunikasi raÂhaÂsia dengan Moskow. Kushner, 36, bahkan menyaÂrankan agar fasilitas diplomatik Rusia di Amerika Serikat digunakan untuk melindungi salurÂan tersebut dari pemantauan.
Dalam laporannya, The WaÂshington Post mengatakan usulÂan pembuatan jalur koÂmunikasi rahasia tersebut diÂlakukan Kushner pada 1 atau 2 Desember di Trump Tower di New York.
Surat kabar tersebut mengatakan, jika dikonfirmasi, hal itu akan menimbulkan pertanyaan baru tentang hubungan tim Trump dengan Rusia, yang oleh badan intelijen AS diduga dilakukan untuk memengaruhi pemilihan pada November lalu sekaligus memberikan dukungan kepada Trump.
The Washington Post juga mengatakan setelah perkembangan kasus Rusia yang makin membuat gerah Gedung Putih tersebut, pihak internal pemerintah Trump menciptakan unit komunikasi untuk menanggapi kontroversi itu. Unit yang dipimpin Kushner itu diisi penasihat senior presiden Steve Bannon dan Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus.
Namun, sekembalinya Trump ke Washington dari perjalanan luar negerinya yang pertama ke Timur Tengah dan Eropa, Trump hanya melambaikan tangan kepada awak media saat berjalan ke GeÂdung Putih dan tidak memberikan komentar apa pun.
Kami tidak akan berkomentar mengenai Jared. Kami tidak akan berkomentar, kata Gary Cohn, penasihat utama ekonomi Trump, saat konferensi pers di Italia kala KTT G7 ditutup.
Penasihat Keamanan Nasional HR McMaster menolak meÂngomentari tuduhan tersebut. Namun, dia mengatakan secara umum, "Kami memiliki komunikasi rahasia dengan seÂjumlah negara. Apa yang memungkinÂkan Anda melakukan itu ialah berkomunikasi secara terpisah. Saya tidak akan mengkhaÂwatirkannya. Mantan kepala Badan Keamanan Nasional AS Michael Hayden dengan keras mengecam upaya Kushner itu. o afp