Beritabatavia.com -
Puluhan pemuda yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Demokrat Sejati (DS) menggelar aksi demo di gerbang kantor Walikota Jaksel meminta kegiatan pelelangan Sudin Dikdas lebih terbuka terhadap Surat Penawaran Harga (SPH) yang ditawarkan ke rekanan.
Kegiatan pelelangan yang dilakukan Suku Dinas Pendidikan Dasar (Sudin Dikdas) disinyalir bakal jadi ajang bagi-bagi kue karena diduga SPH sama sekali tak transparan, kata Hasan, satu pendemo, Rabu (1/9).
Menurut dia, keberadaan tim pelelangan di Sudin Dikdas Jaksel terkesan ditutup-tutupi sehingga berbagai kegiatan pelelangan di jajaran tersbeut hanya diketahui sejumlah oknum dan panitia saja.
Bahkan, panitia pelelangan terkesan malah menutupi SPH kepada sejumlah rekanan yang berbuntut bakal terjadi bagi-bagi proyek diantara rekanan yang dikenal oleh panitia saja.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Sudin Dikdas Jaksel, Agung yang menemui puluhan pendemo tak bisa menjelaskan duduk permasalahan yang ada di kegiatan tersebut. Bahkan, kedatangan Agung di pintu gerbang malah mendapatkan teriakan sejumlah pendemo.
Kasudin Dikdas Jaksel, M. Arif, mengatakan masalah aksi demo terhadap kegiatan pelelangan di lingkungannya tentunya menjadi tanggung jawab panitia lelang. Saya menyayangkan adanya aksi demo. Jika memang ada masalah direkanan yang mengikuti pelelangan hendaknya dapat dimusyawarahkan dengan baik, ujarnya.
O brn