Beritabatavia.com -
Warga dan pemakai kendaraan yang melintas di kawasan Jl. Raya Karet Setiabudi dan Jl. Raya Gandaria, Kebayoran Baru protes terhadap truk galian tanah yang hilir mudik di lokasi proyek pengurukan maupun pengangkutan tanah.
Sudah beberapa pekan mulai dari bulan puasa hingga seminggu lebaran puluhan truk besar keluar masuk proyek tanpa menghiraukan kebersihan badan jalan yang penuh ceceran tanah merah.
Ceceran tanah merah yang dibawa truk tronton untuk mengangkut tanah merah ke lokasi lain sangat mengganggu keselamatan pemakai kendaraan karena jalan jadi licin, ujarnya kesal.
Harusnya, tambah dia, sebelum truk pengangkut tanah merah ke luar proyek dibersihkan dulu sehingga tak menimbulkan ceceran tanah di badan jalan utama maupun protokol.
Pengangkutan tanah merah selain membuat Jl. Raya Gandaria penuh ceceran tanah merah hingga saat hujan menjadi licin juga tak kenal waktu, tuturnya.
Boleh saja membawa tanah atau mengangkut tanah ke lokasi proyek galian tapi harus melihat waktu, imbuhnya karena selama ini Pk. 19:00 saja puluhan truk tronton pengangkut tanah merah sudah keluar poryek hingga membuat macet arus lalulintas di kawasan Kebayoran Baru.
Boleh Angkut Tanah Diatas pk.20.30Sementara itu, Kasatpol PP Jaksel, Jurnalis dan Kasie Operasional setempat Bambang, mengatakan akan menghentikan kegiatan pengangkutan tanah yang tak melihat waktu jam sibuk kerja di wilayahnya.
Mereka seharusnya sudah memahami aturan dan perizinan yang berlaku jika ingin mengangkut tanah ke luar lokasi proyek di atas Pk. 20:30, ujarnya. Jika tak mengikuti aturan tentunya truk tersebut jika tertangkap akan dikandangkan.
Tak hanya masalah jam pengakutan saja, tambah dia, tapi pengelola atau pekerja proyek juga harus membersihkan kendaraan sebelum ke luar dari proyek yang biasanya dipenuhi lumpur atau tanah merah dari lokasi tersebut.
O brn