Beritabatavia.com -
Banjir yang kerap melanda Jakarta sebagian besar disebabkan karena banjir kiriman. Artinya jika wilayah Depok dan Bogor hujan deras, limpahan airnya selalu berimbas ke Jakarta, karena air banjir itu mengalir ke sungai ciliwung, dan beberapa anak sungainya misalnya kali krukut,Grogol dan Pesanggrahan.
Parahnya, karena kali tersebut sudah dangkal akibat banyaknya endapan lumpur karena tak pernah dikeruk, sementara pemukiman illegal warga disekitar kali turut memperparah keadaan kali. Akibatnya, banjir menjadi langganan, tiap kali terjadi hujan deras, malahan banjir tetap saja terjadi meski cuaca panas terik di Jakarta, lantaran banjir kiriman tadi.
Bukan hanya itu, pembangunan di kabupaten Bogor yang kerap tidak mengindahkan lingkungan makin memperparah nasib Jakarta, bahkan bagi kota Bogor sendiri, ujar Ubaidillah, dirut eksekutif Walhi DKI Jakarta, Jumat (24/9).
Dia beserta para ahli tata kota mendesak agar kawasan Jabodetabekpuncur (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi-Puncak-Cianjur) jangan hanya memikirkan masalah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) saja, yang ujung-ujungnya berarti membangun secara sembrono tapi lupa pada pelestarian lingkungan.
Sementara ratusan warga yang selama ini bermukim di empat kelurahan pinggir Kali Krukut mendesak adanya normalisasi. Pasalnya, program tersebut sudah tertunda selama empat tahun lebih. Pengerukan atau pelebaran kali sudah seharusnya dilakukan karena setiap saat bakal terendam air hingga 1 atau 2 meter, kata Heru, warga RW 02, Kel.
Petogogan, Kebayoran Baru.
Menurut dia, dangkal dan penyempitan kali tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir rutin. Tak hanya dangkal dan sempit tapi banyaknya bangunan liar atau permanen yang menggunakan lahan pinggir kali juga menjadi penyebab, tuturnya.
Hampir sebagian besar lebar Kali Krukut berkurang atau menyempit akibat banyaknya bangunan yang berdiri di lahan kali sehingga tak mampu menampung debit air kiriman di Kali Krukut.
Program normalisasi kali sudah seharusnya dilakukan, tambah Ny. Rudi, warga Kel. Bangka, seperti di wilayah Kel. Kuningan Barat dan Rawa Barat tiga tahun lalu.
Menanggapi keluhan warga di Kel. Petogogan, Pela Mampang, Bangka, Cipete Utara dan Cilandak Barat yang selalu kebanjiran akibat meluapnya Kali Krukut.
Walikotra Jaksel Syahrul Effendi didampingi PLH Kasudin Tata Air Jaksel Yayat Hidayat, mengatakan kegiatan normalisasi secepatnya dilakukan tapi harus disosialisasikan terlebih dulu.
Pengerukan dan pelebaran memang perlu tapi yang lebih perlu dilakukan adalah menertibkan bangunan liar atau tambahan yang menggunakan lahan pinggir kali hingga membuat penyempitan Kali Krukut, ujarnya.
O brn