Senin, 27 September 2010 16:56:11

Kampung Melayu, Potensial Jadi Kawasan Wisata

Kampung Melayu, Potensial Jadi Kawasan Wisata

Beritabatavia.com - Berita tentang Kampung Melayu, Potensial Jadi Kawasan Wisata

Kawasan Kampung Melayu merupakan wilayah Kelurahan Kampung Melayu dan sebagian dari wilayah Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta ...

Kampung Melayu, Potensial Jadi Kawasan Wisata Ist.
Beritabatavia.com - Kawasan Kampung Melayu merupakan wilayah Kelurahan Kampung Melayu dan sebagian dari wilayah Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kawasan ini dikenal dengan sebutan demikian, karena mulai paruh kedua abad ke-17 dijadikan tempat permukiman orang-orang Malayu yang berasal dari Semenanjung Malaka (sekarang Malaysia) di bawah pimpinan Kapten Wan Abdul Bagus.

Wan Abdul Bagus adalah anak Ence Bagus, kelahiran Patani, Thailand Selatan. Ia terkenal pada zamannya sebagai orang yang cerdas dan piawai dalam melaksanakan tugas, baik administratif maupun di lapangan sebagai perwira. Boleh dikatakan selama hidupnya ia membaktikan diri pada Kompeni. Dimulai sebagai juru tulis, kemudian menduduki berbagai jabatan, seperti juru bahasa, bahkan sebagai duta atau utusan.

Sebagai seorang pria dia sering terlibat dalam peperangan seperti di Jawa Tengah, pada waktu Kompeni 'membantu' Mataram menghadapi Pangeran Trunojoyo. Demikian pula pada perang Banten, ketika kompeni 'membantu' Sultan Haji menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Ageng Tirtayasa.

Waktu menghadapi pemberontakan Jonker, Kapten Wan Abdul Bagus terluka cukup parah. Menjelang akhir hayatnya ia dipercaya oleh Kompeni untuk bertindak selaku Regeringscommisaris, semacam duta, ke Sumatera Barat.

Kapten Wan Abdul Bagus meninggal dunia tahun 1716, ketika usianya genap 90 tahun. Kedudukannya sebagai kapten orang-orang Melayu digantikan oleh putranya yang tidak resmi, Wandullah, karena ahli waris tunggalnya yang bernama Wan Mohammad meninggal dunia mendahului ayahnya.

Menurut F De Haan, Ratu Syarifah Fatimah, yang kemudian terkenal karena membuat Kesultanan Banten geger, adalah janda dari Wan Mohammad, menantunya Wan Abdul Bagus.
Sementara itu, di Jalan Jatinegara Kaum Raya 20, terdapat sebuah masjid tua yang bernama Masjid As-salafiyah. Bangunan masjid itu bukanlah masjid biasa. Tepat di sebelahnya terdapat kompleks makam, yang di antaranya merupakan makam keluarga Pangeran Jayakarta.

Pangeran Jayakarta, menurut Rosyid, juru kunci sekaligus pengurus Masjid Assalafiyah, tiba di Jatinegara Kaum pada 1619. Saat itu ia bersembunyi dari tentara Belanda dan mengatur strategi untuk melawan kaum penjajah. Lalu pada 1620, Pangeran Jayakarta yang bernama asli Pangeran Ahmad Djakerta mendirikan Masjid Assalafiyah. Pangeran Jayakarta tetap tinggal di sana hingga ia meninggal pada 1640. Masjid Assalafiyah tersebut hingga kini berdiri dan dirawat keturunan Pangeran Jayakarta.

Uniknya, keberadaan Pangeran Jayakarta dan Masjid Assalafiyah ini baru disebarluaskan setelah Indonesia merdeka. Ada wasiat dari Pangeran Jayakarta untuk terus menyembunyikan keberadaannya meskipun ia telah meninggal hingga penjajah keluar dari Indonesia, jelas Rosyid.

Masih ada sebuah gereja GPIB Koinonia. Gereja ini sudah berdiri sejak 1879, menurut salah seorang majelis gereja setempat. Gereja ini dulu bernama Gereja Bethel, namun diganti menjadi Koinonia. Arsitekturnya bergaya Portugis.

Sekarang Jadi Langganan Banjir
Kawasan ini sekarang makin semrawut, kendaraan umum serta pribadi bercampur baur membuat macet kawasan ini. Tidak heran, di bawah jembatan layang yang menghubungkan Casablanca sampai Klender ini terdapat sebuah terminal bus dalam kota dan terminal busway. Jika hujan, kawasan ini segera terjadi genangan air, karena berdekatan dengan kali Ciliwung yang sampai sekarang masih menunggu untuk dikeruk, karena endapan lumpur serta sampah. Belum lagi warga sekitar juga membuang sampah pada saluran air yang juga tidak terawat, makin lengkaplah semrawutnya wilayah ini. Padahal dengan warisan bangunan bersejarah diatas, kawasan ini sangat potensial menjadi semacam Kota Tua di Jakarta Barat. Namun itu memerlukan niat dari Pemprov DKI dan warganya, kalau berniat menjadikan kawasan ini sebagai pusat turisme. O brn

Berita Lainnya
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Sabtu, 09 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026