Selasa, 20 April 2010 14:55:18

Kualitas Calon TKI ke Timteng Ditingkatkan

Kualitas Calon TKI ke Timteng Ditingkatkan

Beritabatavia.com - Berita tentang Kualitas Calon TKI ke Timteng Ditingkatkan

JAKARTA--Asosiasi PPTKIS Apjati, Himsataki, dan Idea bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian ...

Kualitas Calon TKI ke Timteng Ditingkatkan Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA--Asosiasi PPTKIS Apjati, Himsataki, dan Idea bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, melaksanakan peningkatan kompetensi instruktur Balai Latihan Kerja Luar Negeri. Program peningkatan kualitas calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) melalui pelatihan berbasis kompetensi khusus tujuan Timur Tengah (Timteng) yang telah digulirkan sejak 16 November 2009 oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu dilakukan pada 12-15 April 2010.
Menurut Ketua Idea Adrie Nelwan, program yang telah dipikirkan, dirancang, didesain dengan keterlibatan pemikir-pemikir dari berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder), menunjukkan komitmen dan keinginan untuk menghasilkan karya yang lebih baik.Dari analisis masukan komponen masyarakat, disimpulkan bahwa salah satu sebab masalah terletak pada persiapan di dalam negeri yang kurang sebelum CTKI ditempatkan ke negara tujuan, katanya, kemarin.
Karenanya, tambah dia, asosiasi PPTKIS  mengambil langkah strategis untuk perbaikan di segala lini bekerjasama dengan instansi teknis pemerintah terkait.Khususnya untuk CKTI adalah memperbaiki pelatihan CTKI dengan pendekatan Pelatihan berbasis Kompetensi pola 200 jam untuk CTKI non dan 100 jam untuk CTKI ex.Kegiatan Asosiasi PPTKIS adalah nyata untuk kepentingan peningkatan kualitas penempatan pada umumnya, sehingga membantu PPKTIS yang bermaksud menempatkan CTKI yang terlatih dan kompeten melalui uji kompetensi dan sertifikasi oleh LSP secara benar, tuturnya.
Asosiasi PPTKIS berinisiatif membantu pemerintah dalam memenuhi kemampuan instruktur dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kompetensi.  Instruktur adalah ujung tombak untuk melahirkan CTKI berkualitas.Dengan pengertian sebelum dihasilkan CTKI kompeten, maka perlu dicetak instruktur berkompeten.Pelaksanaan pelatihan instruktur BLKLN adalah wujud aktual langkah strategis Apjati, HImsataki dan Idea. Sudah tidak saatnya untuk mengupas dan mengurai berbagai wacana karena yang ditunggu adalah tindakan nyata, membumi dan relevan, ujarnya.
Adrie menjelaskan instruktur berperan multi tidak saja pengendali kualitas, juga wakil dari stakeholder dalam menyampaikan informasi-informasi bermanfaat, pendorong/pemotivasi siswa latih dan sekaligus kawan berbagi rasa selama berkehidupan di BLKLN.Dengan kata lain, instruktur adalah orang yang dapat menditeksi dini kesiapan CTKI bekerja, bahkan mereka dapat menjadi filter dalam meneruskan atau menahan CTKI.
Karenanya tanggung jawab instruktur cukup tinggi, tapi kondisi ini tidak berjalan semestinya ketika peran instruktur diabaikan dan eksistensi Instruktur  sekedar pelengkap atau pemenuhan ketentuan operasional, ungkapnya. Pelatihan tanpa metodologi yang benar, atau sekedar asal lewat sebetulnya memotong hak CTKI memperoleh pembelajaran secara benar untuk menjadi kompeten.Maka, Asosiasi PPTKIS sangat prihatin apabila terdapat para pelaku yang masih menegosiasikan hingga memotong persyaratan pelatihan untuk menarik keuntungan sepihak secara sempit.
Adrie mencontohkan kasus-kasus percepatan pelatihan, dari CTKI yang sesungguhnya belum kompeten adalah tindakan sangat tidak bertanggungjawab.Asosiasi PPTKIS (Apjati, Himsataki, Idea) bersungguh-sungguh ingin menegakkan standar dan meminta pemerintah untuk menindak tegas mereka atau oknum yang merusak tatanan atau sistem. Peran Asosiasi  PPTKIS menjadi sangat strategis untuk terus mengawal Sistem Pelatihan berbasis kompetensi ini dan mengintegrasikan dengan berbagai pihak berkepentingan bahkan dengan users atau agensi di negara tujuan.
Perencanaan jangka pendek dan menengah dari Asosiasi PPTKIS termasuk digulirkannya program pelatihan instruktur telah mendapatkan apresiasi dari Agensi di Arab Saudi, Sanarcom bahkan secara bersama telah dihasilkan buku pegangan pembelajaran yang dapat diajarkan selama di BLKLN.Tanpa Asosiasi PPTKIS, instruktur akan kehilangan arah dan sebaliknya, eksistensi instruktur dalam mengawal kisi-kisi pembelajaran juga perlu didukung oleh pengelola BLKLN.
Asosiasi PPTKIS menyampaikan terima kasih kepada Direktorat jenderal Binalattas kemenakertrans yang memberikan respon cepat atas pentingnya pelaksanaan pelatihan instruktur, khususnya Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Kepelatihan yang telah menyusun program pelatihan secara seksama bersama Asosiasi PPTKIS.Pelatihan terhadap para instruktur ini, diakui Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans Masri Hasyar sebagai upaya murni dari asosiasi PPTKIS untuk memperbaiki kualitas CTKI yang akan ditempatkan.
Mengingat tahun ini dana pemerintah untuk pelatihan instruktur belum ada, padahal kebutuhannya sangat mendesak, maka asosiasi PPTKIS berinisiatif melatih instruktur untuk kepentingan mereka sendiri, ujarnya. Masri menjelaskan pada tahun lalu ada sedikitnya 120 orang instruktur dari pemerintah dilatih guna kepentingan memperbaiki kompetensi calon tenaga kerja, tapi untuk 2010 belum ada dana untuk pelatihan instruktur bagi CTKI sektor informal. Sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa di kawasan Timur Tengah adalah mayoritas penata laksana rumah tangga, maka instruktur yang dilatih juga harus disesuaikan untuk melatih keterampilan CTKI sebagai penata laksana rumah tangga, ungkapnya.
Dia berharap dengan melatih para instruktur itu akan terwujud pelatihan dengan metodologi yang benar sesuai dengan kurikulum yang menjadi standar pemerintah, sehingga para CTKI yang dilatih juga benar-benar sesuai dengan kompetensinya. * one
Berita Lainnya
Jumat, 15 Mei 2026
Jumat, 15 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
Selasa, 28 April 2026
Selasa, 28 April 2026