Beritabatavia.com -
Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja memicu ratusan ribu warga turun ke jalan dan menimbulkan kerumunan. Selain membahayakan keselamatan, juga potensi merontokkan upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan, aksi unjuk rasa yang digelar sebagian masyarakat secara terbuka dan berkerumun potensi menimbulkan klaster baru penularan virus covid-19.
"Mari kita ingat, saat ini masih dalam kondisi pandemi, ada kedaruratan kesehatan masyarakat. Untuk itu kami ingatkan kembali kepada masyarakat untuk bahu-membahu menurunkan angka kasus Covid-19," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, Jumat (9/10).
Wiku mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Ketika berada di luar rumah, masyarakat hendaknya menghindari kerumunan. Ia berharap tidak ada klaster yang timbul dari kerumunan massa dari kegiatan yang sedang berlangsung akhir-akhir ini.
Ia meminta para peserta aksi unjuk rasa tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menyampaikan aspirasinya. Agar seluruh masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari Covid-19.
"Sinergi seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama penekanan kasus positif Covid-19, tanpa adanya sinergi ini maka kasus akan terus meningkat. Ingat, perang melawan Covid-19 adalah kerja bersama kita," kata Wiku.
Ditengah ketidakpastian kapan wabah covid-19 akan berakhir ditambah kondisi mengkhawatirkan akibat disahkannya UU Cipta Kerja yang memicu aksi penolakan warga. Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 terus bertambah diseluruh wilayah Provinsi.
Update covid-19 Nasional
Seperti update informasi yang tersebar di 489 Kabupaten/Kota dari 34 Provinsi wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Jumat 9 Oktober 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh dan meninggal akibat virus covid-19:
Pasien positif + 4.094 jumlah total 324.658 orang
Pasien sembuh + 3.607 jumlah total 247.667 orang
Pasien meninggal + 97 jumlah total 11.677 orang
Begitu juga wilayah DKI Jakarta, penularan virus covid-19 belum terkendali dengan maksimal. Meskipun Pemprov DKI memperpanjang pelaksanaan PSBB hingga 11 Oktober 2020.
Update covid-19 di DKI
Seperti update informasi berdasarkan data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 9 Oktober 2020. Tercatat penambahan dan jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal akibat virus covid-19 di wilayah DKI Jakarta :
Pasien Positif + 972 jumlah total 84.364 orang
Pasien Meninggal + 22 jumlah total 1.860 orang
Pasien sembuh + 851 jumlah total 69.203 orang
Pasien dirawat + 70 jumlah total 2.555 orang
Isolasi mandiri + 29 jumlah total 10.746 orang
Foto :Semua Harus Pakai Masker
Hendaknya, Wiku Adisasmito, mengingatkan, jumlah penularan yang masih terus bertambah, menjadi kesadaran bersama untuk tetap displin dan taat menjalankan protokol kesehatan. Menggunakan masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun untuk melindungi diri dari virus covid-19.
Wiku Adisasmito, menegaskan,virus covid-19 sangat jahat dan proses penularannya cepat, apalagi dalam jarak dekat. Bahkan, sampai saat ini belum dapat di prediksi kapan wabah virus covid-19 akan berakhir.
0 son