Beritabatavia.com -
Aksi unjuk rasa (unras) berdampak buruk terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penularan wabah virus corona atau covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap peserta aksi unjuk rasa banyak yang reaktif.
Sebarannya di Sumatera Utara ada 21 dari 253 demonstran, DKI Jakarta ada 34 dari 1.192 demonstran, Jawa Timur ada 24 dari 650 demonstran, Sulawesi Selatan ada 30 dari 261 demonstran, Jawa Barat ada 3 dari 39 demonstran, DI Yogyakarta ada 1 dari 95 demonstran. Sementara hasil testing di Jawa Tengah masih dalam tahap konfirmasi.
"Ini adalah cerminan puncak gunung es dari hasil pemeriksaan yang merupakan contoh kecil saja bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat dan luas. Angka ini diprediksi akan meningkat dalam dua sampai tiga minggu kedepan," ujar Wiku. Ada peluang terjadi penularan Covid-19 dari demonstran yang positif Covid-19 kepada demonstran lainnya yang berada di lokasi yang sama, tambahnya
Satgas Covid-19 menganjurkan para demonstran dilakukan pemeriksaan. Bagi demonstran mahasiswa menjadi tanggung jawab universitasnya. Sedangkan demonstran kelompok buruh, perusahaan membentuk Satgas Covid-19. Satgas perusahaan ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan screening kepada buruh yang mengikuti aksi unjuk rasa.
"Kami himbau bagi pihak universitas yang mahasiswanya mengikuti kegiatan tersebut dan perusahaan untuk melakukan identifikasi serta testing. Bagi peserta yang reaktif segera ditelusuri kontaknya, dan sediakan lokasi isolasi yang terindikasi reaktif atau positif," ujar Wiku.
Update covid-19 Nasional
Sementara, berdasarkan update informasi yang tersebar di 500 Kabupaten/Kota dari 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Rabu 14 Oktober 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh dan meninggal akibat virus covid-19:
Pasien positif + 4.127 jumlah total 344.749 orang
Pasien sembuh + 4.555 jumlah total 267.851 orang
Pasien meninggal + 129 jumlah total 12.156 orang
Update covid-19 di DKI
Sedangkan kasus terkonfirmasi positif terpapar virus covid-19 di wilayah DKI Jakarta masih terus bertambah dari hari ke hari. Seperti update informasi berdasarkan data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Rabu 14 Oktober 2020. Tercatat penambahan dan jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal akibat virus covid-19 di wilayah DKI Jakarta :
Pasien Positif + 1.038 jumlah total 90.266 orang
Pasien Meninggal + 17 jumlah total 1.961 orang
Pasien sembuh + 1.191 jumlah total 74.924 orang
Pasien dirawat - 84 jumlah total 2.559 orang
Isolasi mandiri - 86 jumlah total 10.822 orang
Foto : Aksi Unras Menolak UU Omnibuslaw
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengingatkan, hendaknya jumlah penularan yang masih terus bertambah, menjadi kesadaran bersama untuk tetap displin dan taat menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Menggunakan masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun untuk melindungi diri dari virus covid-19.
Wiku Adisasmito, menegaskan,virus covid-19 sangat jahat dan proses penularannya cepat, apalagi dalam jarak dekat. Bahkan, sampai saat ini belum dapat di prediksi kapan wabah virus covid-19 akan berakhir.
0 son