Beritabatavia.com -
Kondisi Farel Restu, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang tertembak peluru petugas saat unjukrasa tanggal 20 Oktober 2010 lalu, sudah membaik. Pihak dokter RSCM, tempat Farel dirawat, sudah bisa mengizinkan Farel untuk pulang siang ini.
Kabar kepulihan kondisi Farel disambut antusias sejumlah mahasiswa UBK. Puluhan mahasiswa berkonvoi menuju RSCM untuk menjemput Farel. Aksi ini mengakibatkan jalan Pangeran Diponegoro tertup.
Menurut rencana, mahasiswa Fakultas Hukum UBK itu akan diarak dari RSCM menuju kampus yang berada di Jalan Kimia, Menteng, Jakarta Pusat. Kita akan mengarak dan berorasi di lokasi penembakan. Jangan sampai kasus ini dilupakan, ujar Syifak, Humas KM Raya, Senin (25/10).
Sementara saat ditemui di ruang perawatan gedung A 401, Farel mengaku tidak mengetahui rencana aksi itu. Tapi Farel memastikan telah diperbolehkan untuk pulang hari ini. Seluruh administrasi juga sudah sedang urus.
Saat ditanyai mengenai adanya intimidasi terhadap dirinya, Farel mengaku tidak ada. Tapi setelah peristiwa penembakan itu, pada pukul 02.00 dini hari, sejumlah polisi datang ke rumahnya dan meminta upaya damai dengan keluarga. Keluarga Farel menolak, dan menyerahkan kasus ini kepada proses hukum.
Farel Restu tertembak pada kaki kiri. Atas kejadian itu, polisi telah meminta maaf kepada mahasiswa yang menggelar aksi di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta. o nor