Beritabatavia.com -
JAKARTA, (31/7) – Pendidikan vokasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuktikan efektivitas program afirmasi bagi masyarakat pesisir. Dari total 117 lulusan terbaik pada Wisuda Nasional Vokasi KKP Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 101 orang atau 86 persen di antaranya merupakan anak dari para pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudi daya ikan, pengolah, pemasar, hingga petambak garam.
Secara keseluruhan, KKP meluluskan 1.853 talenta muda vokasi tahun ini. Sebelum diwisuda, sebanyak 432 lulusan di antaranya sudah langsung terserap di dunia kerja nasional maupun internasional, serta sebagian lainnya memilih jalur wirausaha mandiri di bidang budi daya, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menegaskan bahwa potensi laut yang melimpah tidak akan membawa kesejahteraan tanpa pengelolaan dari SDM yang kompeten, berintegritas, dan berwawasan keberlanjutan.
"Wisuda nasional ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi KKP tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi membuka jalan lahirnya generasi baru yang siap berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat pesisir," ujar Didit dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (31/7).
Didit menambahkan, seiring meningkatnya program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan, kebutuhan SDM terampil dan adaptif akan terus melonjak. Pendidikan vokasi KKP diposisikan untuk menjawab tantangan tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengungkapkan bahwa dominasi anak nelayan dalam daftar lulusan terbaik merupakan buah dari komitmen keberpihakan KKP. Saat ini, dari 6.269 mahasiswa aktif vokasi KKP, sebanyak 86,11 persen (5.398 mahasiswa) memang berasal dari keluarga pelaku utama perikanan.
Penguatan kualitas lulusan ini juga didorong melalui kehadiran Ocean Institute of Indonesia (OII), sebuah transformasi lembaga pendidikan tinggi vokasi KKP yang mengintegrasikan kurikulum berbasis praktik, sertifikasi profesi industri, dan penyelarasan dengan dunia usaha.
"Keberhasilan anak-anak nelayan menjadi lulusan terbaik ini membuktikan bahwa akses pendidikan yang tepat mampu menaikkan taraf hidup keluarga pesisir. Dengan bekal kompetensi, sertifikasi, dan jiwa kewirausahaan, mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi penggerak ekonomi di daerahnya masing-masing," pungkas Nyoman.
(*)