Kamis, 18 November 2010 15:15:50

Kapolri: Tidak Ada Intervensi Politik dalam Kasus Gayus

Kapolri: Tidak Ada Intervensi Politik dalam Kasus Gayus

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri: Tidak Ada Intervensi Politik dalam Kasus Gayus

Polri menjamin penyidikan kasus pelesiran Gayus Tambunan dilakukan secara profesional. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo membantah ada campur tangan ...

Kapolri: Tidak Ada Intervensi Politik dalam Kasus Gayus Ist.
Beritabatavia.com - Polri menjamin penyidikan kasus pelesiran Gayus Tambunan dilakukan secara profesional. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo membantah ada campur tangan politik dalam penyidikan kasus tersebut.

Tidak ada intervensi, kata Timur usai membuka Rakernis Korlantas Polri, di auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (18/11).

Hal itu disampaikan Timur saat ditanya wartawan terkait informasi adanya intervensi politik dalam penyidikan Gayus. Informasi apapun dari masyarakat akan ditindaklanjuti. Sekarang polisi tentunya tidak seperti masyarakat, dia harus membuktikan harus ada saksinya, jelasnya.

Timur kembali enggan menjawab soal kabar pertemuan Gayus dengan petinggi parpol di Bali. Ia berjanji informasi apapun akan diproses.

Sekali lagi semua informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti, imbuh mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Dalam berita Kompas Jumat (12/11) disebutkan Kompas memperoleh informasi bahwa pada Sabtu pagi (6/11), Aburizal Bakrie atau Ical disebut-sebut bertemu dengan Gayus di sebuah resort yang dimiliki seorang politisi Golkar. Ical diduga didampingi oleh Fuad Hasan Masyhur, Ketua bidang informasi dan penggalangan opini DPP Golkar yang juga pemilik travel haji dan umrah yang terkenal.

Sementara Ical meminta semua pihak berhenti menebar isu pertemuannya dengan mafia pajak Gayus Tambunan di Bali. Ical membantah adanya pertemuan tersebut dan menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanyalah bentuk intrik politik.

Isu itu saya kira sesuatu yang tidak layak kita teruskan, itu suatu bentuk intrik politik dan itu tidak ada gunanya dan tidak ada manfaatnya untuk bangsa yang produktif, ujar Ical usai salat Idul Adha di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (17/11).

Menurut Ical, intrik tersebut sengaja ditebar oleh kalangan yang takut dengan kekuatan Golkar. Ical meminta pihak yang menebar intrik untuk memilih jalan persahabatan membangun bangsa.

Karena trik politik seperti itu harus diganti dengan pertukaran sesuatu ide dan gagasan untuk bangsa kita kedepan. Wajar saja dalam posisi Ketum Golkar yang dilihat kemajuan Golkar begitu besar mereka takutkan, mereka takut pada kemenangan Golkar di 2014 nanti, kata Ical. o nor
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 20 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Kamis, 09 Juli 2026
Rabu, 08 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026