Beritabatavia.com -
DEPOK. Sekelompok massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok mengobrak-abrik saat digelar pelatihan yang dilaksanakan oleh Komnas HAM di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (30/4). Tindakan FPI Kota Depok ini dipicu lantaran merasa kegiatan ini disinyalir tidak meminta ijin kepada tokoh masyarakat setempat dan pihak kepolisian. FPI juga menganggap kegiatan waria tersebut tidak sepantasnya digelar di Kota Depok.
Saat digelar seminar, massa FPI Kota Depok yang sudah diliputi amarah mengobrak-abrik sebuah ruangan bernama Ruang Roejito di Hotel Bumi Wiyata. Mendapat serangan mendadak, puluhan waria yang mengikuti acara tersebut ketakutan dan berhamburan.
Kita kaget langsung diserang begitu, padahal kalau mau mikir negatif sebenarnya kita nggak masalah. Diadakan di Jakarta atau hotel manapun tidak pernah ada masalah tapu mengapa di Depok ada perlawanan, ujar salah satu peserta dari Sulawesi Selatan, Fitri.
Merlyn Sopjan, ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia untuk Indonesia bagian barat mengatakan kegiatan pelatihan ini legal dilakukan untuk itu FPI tidak boleh seenaknya membatalkan acara pelatihan ini. Kalau dibilang dosa emang manusia tidak ada yang punya dosa. Masalah dosa itukan tanggung jawab masing-masing orangnya. Semua manusia pasti punya dosa tidak terkecuali FPI, ujar Miss Waria juara I pada tahun 2006 ini.
Sementara itu, Ketua FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadri mengatakan acara yang diikuti puluhan waria itu tergolong illegal karena tidak memiliki izin dari tokoh masyarakat setempat, Pemerintah Kota Depok dan polisi. Depok ini kota agamis dan mayoritas penduduknya muslim. Jadi acara ini kita bubarkan, kata Habib.
Bahkan, pihaknya mengancam akan membubarkan acara ini secara paksa jika pada Jumat malam kontes waria tetap digelar. Setelah Jumatan kita tetap akan pantau. Kalau nanti malam nggak bubar juga kita akan bubarkan secara paksa, melebihi yang tadi, ancamnya.
Hingga pukul 19.00, suasana di Hotel Bumi Wiyata tanpak menegangkan. Sekitar satu kompi petugas dari Polres Metro Depok diturunkan untuk mengamankan lokasi. Sementara, para waria gagal menggelar kontes. O ema