Sabtu, 01 Mei 2010 12:33:32

Jangan Jadi Polisi Anekdot (3)

Jangan Jadi Polisi Anekdot (3)

Beritabatavia.com - Berita tentang Jangan Jadi Polisi Anekdot (3)

JAKARTA. Polisi tidur saja bikin susah, apalagi kalau bangun.Anekdot itu sering  terdengar dalam ...

Jangan Jadi Polisi Anekdot (3) Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA. Polisi tidur saja bikin susah, apalagi kalau bangun.
Anekdot itu sering  terdengar dalam setiap perbincangan  masyarakat. Sebagai ungkapan  kekesalan, kekecewaan bahkan kedongkolan terhadap ulah oknum polisi yang kerap dituding sebagai pencari masalah, usil, terlalu banyak mengatur. Serta mempersulit setiap permasalahan, dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu melalui kewenangan yang dimilikinya.  Lebih ekstrim lagi, polisi dituding susah bila melihat orang lain senang.
Padahal, masyarakat berharap, polisi seharusnya melindungi, mengayomi dan keberadaannya bisa membuat rasa tenang dan nyaman masyarakat. Serta menjalankan fungsinya sebagai aparat penegak hukum yang profesional dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Polisi tidak boleh menggunakan kewenangannya untuk mencari kekayaan, apalagi untuk melakukan tindakan semena-mena.
Komisaris Besar (Kombes) DR Chrysnanda Dwilaksana tidak menepis tudingan miring yang dialamatkan ke Polri. Menurutnya, polisi itu memang berada pada posisi serba salah. Baik tidak dipuji, sala dicaci maki, miskin dibilang sala sendiri, kaya dicurigai. Banyak PR tapi sedikit RP, tantangan berat, tapi sedikit tentengan. Melakukan penegakan hukum secara tegas, dituding melanggar HAM. Begitulah polisi, kata Chrysnanda. Polisi itu memang berat, jasanya tak terhimpun, dosanya tak terampuni. Sementara masyarakat ingin, semua persoalan beres, keamanan dan rasa aman tercipta secara instan, tambahnya.
Memang, kata perwira Polri bergelar Doktor dibidang ilmu kepolisian itu, Polisi itu harus mampu menjadi teman disaat penderitaan, dan memahami  keinginan masyarakat yang selalu berharap adanya rasa aman dan nyaman. Karena, polisi itu adalah penjaga kehidupan masyarakat agar bisa menjalankan aktivitasnya dengan aman.
Lulusan AKPOL 1989 itu menjelaskan, polisi bekerja untuk kepentingan masyarakat bukan untuk penguasa atau pribadi. Sehingga seorang polisi tidak hanya cukup profesional dan cerdas. Namun dituntut agar berhati nurani, agar mendapat legitimasi moral dari masyarakat untuk mendukung legitimasi  hukum yang diberikan kepada polisi.
Mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu mengakui, ada polisi yang bekerja untuk mencari kekayaan. Sehingga menghalalkan segala cara, demi menimbun harta benda yang diharapkannya. Makanya ada polisi yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan jabatan ‘basah’, kata Chrysnanda.
Adapula polisi yang sebatas hanya menjalankan perintah, dan menjadikan polisi itu sebagai status sosial. Model polisi seperti itu, cenderung masa bodoh dengan lingkungan, apalagi soal perkembangan masa depan Polri. Dia tidak sadar bahwa tugas polisi itu sangat berkaitan dengan kemanusiaan, sehingga perlu tanggung jawab secara hukum maupun moral.
Kombes DR Chrysnanda mengingatkan, bahwa polisi itu adalah kumpulan orang-orang baik. Juga harus sadar keberadaannya dibiayai masyarakat, sehingga semua tindakannya harus demi kepentingan masyarakat. Karena dengan tugas dan tanggung jawab itulah , polisi bisa membayar hutang kepada masyarakat.
Diakui, menjadi polisi yang baik memang tidak mudah. Memerlukan proses yang harus dibangun secara terpadu dan berkesinambungan. Menurut Profesor Satjipto Rahardjo, jangan berharap polisi sehat, kalau masyarakatnya sakit,karena polisi itu adalah prodak masyarakat, kata Kombes Chrysnanda. Menurutnya,membangun polisi yang profesional, cerdas, bermoral, berhati nurani, dipercaya dan taat hukum serta sadar akan peran dan fungsinya, harus dimulai dari tindakan kecil khususnya dari kalangan polisi itu sendiri. Edison siahaan

Berita Lainnya
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026