Beritabatavia.com -
Dua demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) ditangkap polisi saat sedang berusaha menurunkan bendera merah putih di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/12). Aksi ini dilakukan demonstran dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh hari ini.
Saat hendak dibekuk, dua demonstran yang diketahui bernama Panji dan Muhammad Zacky sontak berlari ke arah jalur lambat Jalan HR Rasuna Said. Puluhan polisi yang mengejar dengan mudah menangkap mereka. Sambil berusaha melawan pegangan tangan polisi, dua demonstran berteriak-teriak meminta polisi jangan melakukan kekerasan kepada demonstran dan menjelaskan bahwa aksinya hanya untuk mendesak KPK menuntaskan kasus korupsi.
Saya bukan maksud apa-apa, saya mau desak dari dulu kasus korupsi tidak juga selesai, ucap Zacky.
Polisi pun menghardik dengan nada keras, Jangan main-main kamu, itu simbol negara yang kamu turunkan. Kalau menurunkan bendera, itu kamu berurusan dengan kami.
Zacky menjelaskan, aksinya di depan Gedung KPK adalah bentuk dukacita bagi demokrasi Indonesia yang menurutnya mati.
Saya bukan mau macam-macam. Ini hanya bentuk rasa duka kami atas matinya demokrasi di Indonesia, tandas Zacky, yang kemudian digiring masuk ke dalam gedung KPK.
Menurut keterangan polisi, mereka akan dititipkan sementara di Polres Jakarta Selatan agar tidak kembali mengulangi aksinya. Saat ini, di depan gedung KPK, ada tiga kelompok massa yang bercampurbaur hingga jumlahnya mencapai ratusan. Mereka berasal dari Universitas Bung Karno, Front Persatuan Mahasiswa Indonesia, dan Front Rakyat Antikorupsi.
Kumpulan massa ini memblokir jalur lambat Jalan HR Rasuna Said dan membuat kemacetan dari shelter busway Setiabudi Utara sampai ke depan Gedung KPK. Kemacetan juga terjadi karena banyak kendaraan yang melambatkan lajunya untuk melihat keramaian di depan KPK. o nor (foto: kompas.com)