Beritabatavia.com -
JAKARTA.Hari kedua pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Kompleks SD Kramatpela, masih diwarnai keprihatinan. Kompleks sekolah berlantai tiga yang diisi 6 sekolah dasar meliputi, SD Kramatpela 07, 09, 11, 12, 13, dan 15, Kelurahan Kramatpela, Kecamatan Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, terpaksa tetap menyelenggarakan UASBN di tengah kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai lagi. Terlihat langit-langit yang mulai mengelupas, seringkali serpihan-serpihannya terjatuh ke bawah. Sehingga dikhawatirkan akan mengenai murid yang sedang belajar. Kerusakan pada langit-langit tersebut tidak hanya terjadi di lorong-lorong bangunan, melainkan juga terlihat di hampir setiap kelas yang berada di kompleks sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SD Kramatpela 09 Pakriyadi mengatakan, meskipun kondisi sekolah banyak yang mengalami kerusakan, proses UASBN tetap berjalan dengan baik. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, pihak sekolah selalu mengimbau kepada murid agar waspada terhadap serpihan yang jatuh dari langit-langit tersebut. Sampai sekarang memang belum ada murid yang tertimpa, jika serpihan akan jatuh anak-anak biasanya langsung menghindar. Namun, dikhawatirkan saat anak-anak lengah mereka bisa tertimpa, ujar Pakriyadi, Rabu (5/5).
Selain langit-langit,kusen pintu dan jendela di hampir semua ruangan juga sudah keropos. Kondisi tegel juga banyak yang rusak, dikarenakan keramik yang terlepas. Pemandangan itu terlihat seragam di seluruh gedung berlantai tiga tersebut.
Bahkan, di lantai 3 yang digunakan oleh SD Kramatpela 15, di ruang kelas 3 atapnya bocor. Jika hujan turun, murid-murid terpaksa merapatkan bangku untuk menghindari guyuran air hujan. Sedangkan pada hari biasanya, bangku disusun lebih maju dibandingkan kelas lainnya. Hal itu untuk menghindari jatuhnya serpihan dari langit-langit yang telah bocor dan sudah lama tidak diperbaiki. Pakriyadi menambahkan, masing-masing sekolah juga sudah sering melakukan tambal sulam terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi. Namun, kerusakan pada langit-langit, tidak dapat dilakukan sendiri karena jumlahnya yang cukup banyak.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dari 6 sekolah yang ada rencananya renovasi hanya akan dilakukan pada dua SD saja, yakni SD Kramatpela 07 dan 11. Namun, keenam kepala sekolah di SD Kramatpela menginginkan agar renovasi dapat dilakukan di seluruh SD yang berada di kompleks tersebut. Karena jika hanya dua SD saja yang direnovasi akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SD lainnya.
Selain itu, juga dikhawatirkan keselamatan murid saat dilakukan pembangunan. Serta mengingat gedung yang akan direnovasi tersambung dengan gedung lainnya yang berbentuk huruf U tersebut.
Pengawas TK/SD Kecamatan Kebayoranbaru Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Selatan, Yus Rusamsi, juga mengharapkan agar renovasi dapat dilakukan secara bersamaan. Jika hanya dua SD saja yang direnovasi kita keberatan, kalau bisa satu kompleks ini direnovasi. Meskipun harus ditunda tahun depan,yang penting seluruh gedung direnovasi secara keseluruhan pintanya. O brn