Selasa, 08 Februari 2011 18:35:44

Tanah Jakarta Turun, Tujuh Jembatan Ambles

Tanah Jakarta Turun, Tujuh Jembatan Ambles

Beritabatavia.com - Berita tentang Tanah Jakarta Turun, Tujuh Jembatan Ambles

Peneliti ITB yang juga bagian dari Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDC), Heri Andreas membenarkan tujuh jembatan di Jakarta ambles secara perlahan ...

Tanah Jakarta Turun, Tujuh Jembatan Ambles Ist.
Beritabatavia.com - Peneliti ITB yang juga bagian dari Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDC), Heri Andreas membenarkan tujuh jembatan di Jakarta ambles secara perlahan karena struktur jembatan mulai turun seiring dengan penurunan permukaan tanah.

Ketujuh jembatan itu adalah jembatan Kamal Muara, Mangga Dua, Ancol, Pluit, pantai Mutiara, Gunung Sahari, dan Mangga Besar. Secara kasat mata kalau dulu airnya melewati kolong jembatan, sekarang airnya sudah menyentuh jembatan, ujarnya kepada Tempo sore ini.

Turunnya struktur jembatan ini hanya merupakan salah satu bukti yang bisa dilihat dari penurunan permukaan tanah. Di Pluit kita lihat sudah mulai banyak rumah yang retak karena pondasinya bergeser. Penurunan permukaan tanah, bila tidak segera dihentikan, akan mulai terlihat dalam waktu sepuluh tahun ke depan.

Bisa dibilang silent killer karena merusak infrastruktur secara perlahan. Penurunan tanah paling parah berada di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, sementara Jakarta Selatan tergolong bebas penurunan tanah. Di Muara Baru, tanah turun sampai 10-15 sentimeter per tahun.

Heri mengatakan ada lima penyebab penurunan permukaan tanah, yaitu penyedotan air tanah dalam, proses alami, efek tekanan bangunan, tenaga tektonik, dan perubahan tanah yang disengaja oleh manusia. Faktor dominan penurunan tanah di Jakarta adalah penyedotan air tanah.

Secara teoritis, kata Heri, penurunan tanah dapat dihentikan dengan melarang penyedotan air tanah. Hanya saja, hal ini butuh dukungan dari masyarakat maupun Pemerintah Provinsi. Saya lihat sudah ada peraturan yang tujuannya untuk membatasi penyedotan air tanah. Tinggal penerapannya yang konsisten.

Dikatakan Jakarta Utara diprediksi akan mengalami penambahan penurunan muka tanah sebesar 2,6 meter dalam kurun waktu 2010-2030. Prediksi ini menggunakan asumsi penurunan tanah akan berlangsung konstan maksimum 5 cm/tahun (tergantung waktu dan lokasi) dan laju kenaikan muka laut sekitar 2-3 mm/tahun serta tidak ada upaya dalam menyetop pengambilan air tanah yang berlebihan.

Maka beberapa lokasi di pantai utara Jakarta pada 2020 tergenang sampai kedalaman 0,6 meter dan pada 2050 sampai kedalaman 2,2 meter dibandingkan kondisi pada tahun 2008, ujar Heri

Berdasarkan asumsi itu, kata Heri, potensi genangan akibat pasang air laut seperti rob dan pasang tinggi (high tide) di wilayah pantai utara Jakarta tahun 2020 akan melingkupi 5,1 ribu hektare, dan di tahun 2050 melingkupi 5,9 ribu hektare. Sementara untuk skenario pesimistisnya, di tahun 2020 genangan akan melingkupi 16,2 ribu hektare, dan di tahun 2050 melingkupi 18,1 ribu hektare.

Namun jika kita gunakan asumsi terburuk yaitu laju penurunan tanah di sepanjang pantai utara Jakarta mencapai maksimum 15 cm/tahun dan laju kenaikan muka laut sekitar 9-15 mm/tahun. Maka 2020 beberapa lokasi di pantai utara Jakarta dapat tergenang sampai kedalaman 2,0 m dan pada tahun 2050 sampai kedalaman 6,9 m dibandingkan kondisi tahun 2008, tutur Heri.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengakui penurunan permukaan tanah dan kenaikan permukaan laut berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Ia menyebut bahwa dari data yang ada, kombinasi penurunan permukaan tanah dan kenaikan air laut berdampak sangat serius. Karena berdampak hingga di masa yang akan datang, program penanggulangan banjir harus diwujudkan dalam program jangka panjang.

Lima sampai sepuluh tahun mendatang dampaknya akan semakin parah, tidak hanya menimbulkan genangan seperti sekarang. Kita tidak punya pilihan selain membangun bendungan raksasa di Teluk Jakarta, ujarnya. o end









Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026