Beritabatavia.com -
JAKARTA. Sebagai organisasi himpunan tokoh pejuang, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) masih sangat memerlukan perhatian dari pemerintah untuk memenuhi segala kebutuhan dalam organisasi tersebut.
Para anggota mengaku sangat membutuhkan kendaraan operasional untuk mengangkut para veteran jika ingin bepergian memenuhi undangan. Pasalnya selama ini mereka harus pergi menggunakan transportasi lain yang harus mengeluarkan ongkos, jika diundang rapat atau keperluan lain.
Untuk itu, Ketua LVRI DKI Jakarta, Kolonel (Purn) Sriyono mengajukan permintaan tersebut dalam acara MUSDA VIII 2010 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto di gedung Wira Purusa LVRI DKI Jakarta, Jl Radin Inten, Durensawit, Jakarta Timur, Kamis (6/5).
Menurut Sriyono, LVRI DKI Jakarta memiliki anggota sekitar 7.000 orang dan memiliki lima cabang serta dua ranting. Setiap kali diundang kongres atau rapat, masing-masing anggota harus mewakili cabangnya sebanyak dua sampai lima orang dengan menggunakan transportasi umum atau menyewa kendaraan.
Karena LVRI tidak memiliki anggaran untuk hal-hal tersebut, maka untuk biaya transportasi itu terpaksa harus dikeluarkan dari kocek pribadi masing-masing anggota.
Menurut saya kendaraan operasional untuk veteran ini sangat penting, karena kondisi ekonomi para veteran ini masih banyak yang menengah ke bawah. Jika mereka harus menghadiri acara atau MUSDA seperti ini, sangat miris melihatnya saat para veteran turun dari angkutan umum, ujarnya.
Meskipun kebutuhan itu belum terpenuhi, namun dirinya juga mengaku bangga dengan perhatian Pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan gedung LVRI tersebut sejak 1997 lalu. Pasalnya dengan adanya gedung itu, mereka bisa berkumpul dalam suatu acara serta melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung program pemerintah.
Menanggapi hal ini, Wagub DKI Jakarta Prijanto menyatakan bahwa keberadaan veteran di republik ini sangatlah dibutuhkan bagi generasi muda untuk mewariskan nilai-nilai patriotisme serta nasionalisme bangsa. Dirinya juga mengaku salut dengan anggota LVRI DKI Jakarta yang mampu mandiri dan tak hanya memikirkan anggotanya saja tapi juga ikut mendukung tercapainya program pemerintah.
Namun dirinya belum bisa menjawab apakah Pemprov DKI Jakarta bisa mengabulkan permintaan LVRI atas kendaraan operasional yang sangat dibutuhkan tersebut. Tapi setidaknya akan diupayakan, dan itu pun harus sesuai dengan hasil MUSDA hari ini. Dari hasil MUSDA tersebut akan disampaikan ke gubernur, kemudian dilanjutkan ke anggota dewan. Tapi pastinya Pemprov DKI Jakarta akan tetap berupaya memberikan yang terbaik untuk para pejuang khususnya veteran yang tergabung dalam LVRI DKI Jakarta ini, tandasnya. Olia