Beritabatavia.com -
Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan korupsi di Kantor Pos Jakarta Barat, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp1,69 miliar.
Ini kasus korupsi baru di tubuh PT Pos Indonesia. Modusnya melakukan penyimpangan dana pengelolaan operasional pada sentral layanan pelanggan korporasi di Kantor pos Jakarta barat. ungkap Prakoso Wibowo, Wakil Ketua Umum
Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/3).
Selain melibatkan pejabat Kantor pos Jakarta Barat, sambung Prakoso, dugaan korupsi ini juga melibatkan petinggi petinggi Pos Indonesia di Kantor Pusat .
Dijelaskan, data yang ditemukan Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu antara lain terdapat aktivitas pendanaan kepada PT MKBM, yang diduga dilakukan oleh kepala kantor pos Jakarta Barat yang mengakibatkan kerugian perusahaaan sebesar Rp550 juta
Selain itu, adanya penyimpangan biaya operasional untuk biaya pengiriman surat dan barang di sentral layanan pelanggan korporate dengan jumlah Rp731 juta. Juga melakukan rekayasa biaya bongkar muat kiriman di gudang vendor Bank Mandiri, sentral layanan pelanggan korporate kantor pos Jakarta barat sebesar Rp150 juta.
Bahkan, ditemukan adanya rekayasa perjanjian kerjasama dengan CV ELBE dalam hal pengiriman surat dan barang di kantor pos Jakarta Barat, yang merugikan PT Pos Indonesia sebesar Rp514 juta dan adanya kiriman bodong sebesar Rp 179 juta
Tim pemeriksa yang melakukan investigasi di PT Pos Indonesia atau sering disebut jajaran SPI (satuan Pengawas Intern, yang tugasnya melakukan penyelidikan mengenai penyimpangan yang terjadi Di Sentral layanan pelanggan korporate di PT Pos malah dipindahkan oleh Kepala Kantor Besar Jakarta PT Pos Indonesia, agar kasus ini dapat dipetieskan
Padahal dalam laporan yang dibuat jajaran SPI menemukan adanya keterlibatan pejabat-pejabat dan manajemen PT Pos Pusat dan Jakarta Barat. Ini merupakan pelanggaran yang serius dilakukan jajaran manjemen PT Pos melakukan pemindahan yang semena mena terhadap karywan PT POS yang bertugas di SPI, yang kebetulan melakukan audit mengenai penyimpangan di PT Pos yang diduga di korupsi, bebernya. o end