Beritabatavia.com -
Parkir On Street secara ilmiah terbukti membuat rugi Pemprov DKI serta warga pemakai kendaraan. Dari penelitian yang dilakukan pakar transportasi yang juga guru besar ITB, Ofyar Z Tamin,rata-rata kerugiannya hingga Rp 2,5 miliar per hari atau Rp 800 miliar per tahun. Karena itu gedung parkir baru harus segera dibuat untuk menampung kendaraan Jakarta.
Kalau ingin mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), penghapusan on street itu justru lebih menguntungkan, ujarnya.
Ofyar menjelaskan, kota Bandung memiliki rasio luas jalan empat persen dari total wilayah. Sementara DKI Jakarta mencapai sembilan persen. Meskipun demikian, jika diukur tingkat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, Jakarta jauh lebih padat. Tingkat kemacetan jauh lebih tinggi. Seperti pengalaman Bandung, akibat parkir on street dipelihara, terjadi kesemrawutan, juga berdampak pada kemacetan.
Mengacu kepada negara maju yang tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi,lanjut Ofyar, setiap pembangunan gedung-gedung baru atau penambahan lantai pada gedung harus sekaligus menambah area parkir. Kapasitas parkir off street (dalam gedung) harus sesuai dengan kapasitas jumlah kendaraan penghuni dalam gedung serta pengunjungnya. O brn