Beritabatavia.com -
JAKARTA.Warga dan pemakai kendaraan yang setiap hari melintas di pertigaan Jalan Raya Ulujami dan Jalan Raya Ciledug menilai Pemda DKI tak serius melebarkan badan jalan tersebut. Sudah enam tahun program tersebut tak kunjung selesai. Enam tahun lalu memang sudah ada rencana pembebasan lahan untuk pelebaran jalan ini tapi sampai sekarang tak ada kelanjutan, kata Kadarisman, warga Kel. Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Minggu (9/5). Menurut dia, pertigaan Jalan Raya Ciledug dan Jalan Raya Ulujami adalah salah satu lokasi terjadinya kemacetan dan antrean kendaraan setiap hari yang mencapai lebih dari 1 Km baik dari arah Kebayoran Lama maupun Ciledug. Setelah proyek jembatan di Kali Pesanggrahan dekat Pasar Cipulir selesai dibangun dua jembatan dua tahun lalu kemacetan dan antrean kini berpindah di pertigaan jalan yang kondisinya sempit atau hanya memiliki lebar 8 meter untuk dua arah.
Ketika dihubungi,Kasudin PU Jalan Jaksel Yayat Hidayat, memberitahu bahwa pelebaran badan Jl. Raya Ciledug khususnya di pertigaan Jl. Raya Ulujami memang sudah diajukan lagi ke Pemda DKI untuk tahun anggaran 2010 ini.Kalau tak salah sudah diajukan tinggal menunggu realisasi saja, ujarnya.
Yayat melanjutkan, ada beberapa rumah warga dan kios yang berdiri di pinggir Jl. Raya Ciledug dan Jl. Raya Ulujami terkena proyek pelebaran jalan tersebut. Bahkan, harga ganti rugi yang diminta warga maupun pemilik kios sebetulnya sudah ada kesepakatan, tinggal melanjutkan pembayaran saja. O brn