Beritabatavia.com -
JAKARTA.Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief mengatakan Satuan Reaksi Cepat Penangulangan Bencana (SRCPB) akan tetap dalam posisi siaga, meskipun peringatan tsunami sudah dicabut darii BMKG. SRCPB tetap dalam keadaan siap untuk sewaktu-waktu diberangkatkan ke Aceh, demi mengantisipasi kemungkinan gempa susulan, kata Andi Arief dalam pernyataan persnya di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, sesuai standar prosedur operasi, SRCPB selalu dalam keadaan siaga di Bandara Halim Perdana Kusumah, dan secepatnya berada dalam keadaan siap diterjunkan ke lapangan apabila terjadi bencana.
Bersama institusi terkait lainnya seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana mengkoordinasikan tanggap cepat penanganan gempa berkekuatan 7,2 SR yang terjadi di kawasan Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu siang, sekitar pukul 12.59 WIB.
Menurut Andi, setelah mengetahui terjadinya gempa dari sistem pemantauan online di kantornya, pihaknya langsung berkomunikasi dengan BNPB, BMKG, BASARNAS dan pemerintah daerah di Aceh mempersiapkan langkah-langkah penanganan yang diperlukan, serta melaporkannya kepada Presiden.
Untuk mengetahui situasi riil yang terjadi di Aceh pascagempa itu, Andi meminta bupati di Aceh mendata korban jiwa dan kerusakan yang terjadi, dan segera melaporkannya kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, koordinasi berbagai instansi terhadap bencana kini semakin baik, namun harus terus ditingkatkan.
Dikatakannya, secara geografis Indonesia rawan bencana, bahkan rata-rata kejadian gempa di atas skala 5 SR, relatif lebih tinggi dibandingkan di berbagai belahan bumi lainnya. Karena itu, tanggap cepat kita harus sempurna, katanya. O
ant/son