Beritabatavia.com -
Rosihan Anwar, tokoh pers nasional berpulang. Wartawan senior itu menghembuskan nafas terakhir pada usia 89 tahun, setelah selama 30 menit mengalami anfal di RS MMC Jakarta, Kamis (14/4/2011) sekitar pukul 08.15 WIB.
Sebelum meninggal, Pak Ros - panggilan akrabnya pada 24 Maret menjalani operasi bypass di RS Harapan Kita Jakarta, dan berhasil. Namun lelaki kelahiran Kubang Nan Dua, Solok, Sumatera Barat, 10 Mei 1922, pada Rabu 13 April 2011, Rosihan diperbolehkan pulang. Sayang, pagi tadi, pria yang akrab disapa Pak Ros ini anfal sehingga dibawa ke RS MMC Jakarta, hingga meninggal dunia.
Hingga pukul 09.06 WIB, jenazah Pak Ros masih berada di RS MMC. Rencananya, jenazah akan dibawa ke kediamannya di Jl Surabaya, Jakarta Pusat. PIhak keluarga dan beberapa teman dekatnya, datang ke rumah sakit.
Pak Ros memulai karier jurnalistiknya sejak berumur 20-an, tercatat telah menulis 21 judul buku dan mungkin ratusan artikel di hampir semua koran dan majalah utama di Indonesia dan di beberapa penerbitan asing.
Selama ini, Pak Ros dikenal sebagai wartawan 3 zaman (zaman penjajahan, Orba dan reformasi) yang tangguh dan pantang menyerah. Di usianya yang senja, dia masih sering menghadiri berbagai forum, termasuk diskusi yang digelar Editors Club maupun menghadiri acara-acara bersama para pemimpin redaksi dan tokoh pers.
Pak Ros masih aktif mengomentari sesuatu dan kalimat yang ia ucapkan seringkali menyengat dan membuat tersenyum. Terkadang Pak Ros membuat kritikan pedas, terkadang membuat humor. Pak Ros juga masih aktif menulis kolom di sejumlah media massa.
Enam bulan lalu, Pak Ros ditinggal oleh istri tercintanya Siti Zuraida. Sang istri meninggal pada 5 September 2010. Saat melepas sang istri di TPU Karet, Rosihan tampak sangat berduka. Dia melepas sang istri dengan isak tangis didampingi tiga anaknya, Aida Fatia, Omar Luthfi, dan Nai. Selamat jalan, Pak Ros! o end