Selasa, 26 April 2011 15:42:47

Dalam Sakit Pepeng Tetap Menghibur

Dalam Sakit Pepeng Tetap Menghibur

Beritabatavia.com - Berita tentang Dalam Sakit Pepeng Tetap Menghibur

Ferrasta Soebardi alias Pepeng tak menyerah. Semangatnya untuk menghibur, berkarya, dan menutuntut ilmu tak pernah padam, walau penyakit Multiple ...

Dalam Sakit Pepeng Tetap Menghibur Ist.
Beritabatavia.com - Ferrasta Soebardi alias Pepeng tak menyerah. Semangatnya untuk menghibur, berkarya, dan menutuntut ilmu tak pernah padam, walau penyakit Multiple Scleorosis menggerogotinya sejak Maret 2005.

Rumah Pepeng yang terletak dipertemuan dua aliran sungai, persisnya di pojok paling belakang Kompleks Bumi Pusaka Cinere, Depok, banyak berubah. Tidak hanya itu, hobinya nongkrong di pengkolan juga tak pernah lagi dilakoninya. Kini dia belajar menyelami kehidupan dari atas ranjang tempatnya terbaring sejak menderita penyakit. Banyak yang menganggap saya sakit karena lokasi rumah ini. Saya nggak percaya. Saya lebih takut maling daripada hantu, kelakarnya.
Buktinya, setiap hari selalu ada saja yang datang ke rumah Pepeng. Bukan untuk menaruh rasa iba, tapi justru menimba ilmu hidup dari Pepeng.
Sudah lebih lima tahun Pepeng berteman akrab dengan penyakit Multiple Scleorosis (MS). Penyakit langka itu membuat penderitanya lumpuh. Bahkan pada stadium tertentu syaraf otonom kena, otak bisa salah perintah.
Namun, penyakit yang menyerangnya tak membuat Pepeng berhenti ‘ngebanyol’. Meskipun aksi-aksi yang dulu dilakukannya bersama grupnya, Sersan Prambors’, saat ini hanya dilakukannya sambil berbaring di tempat tidur. Ketegaran Pepeng, selain untuk melawan penyakitnya, juga didorong cinta kasih yang tak pupus dari istri tercintanya, Utami Mariam Siti Aisyah. Cinta itu membuat saya hidup seperti sekarang, kata Pepeng saat ditemui baru-baru ini. 
Tidak hanya berusaha mencari nafkah, di tengah perjuangan melawan penyakit, Pepeng tetap gigih menuntut ilmu untuk mewujudkan cita-citanya meraih gelar Strata Dua (S2) di  Pasca Sarjana, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Gelar master  dibidang Psikologi Intervensi Sosial diraihnya dengan predikat ‘cumlaude’ pada 2006 silam.
Tidak cukup hanya itu, Pepeng juga berancana melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor (S3). Semangat Pepeng ini sekaligus menunjukkan dan membuktikan bahwa kondisi yang kondisi yang dialaminya saat ini tidak menjadi kendala untuk mengukir prestasi akademik. Mudah-mudahan saya mampu meraih S3, ungkap Pepeng penuh semangat.

Punya ‘Istri’ Baru

Sepintas Pepeng tampak tak berdaya karena kondisinya yang hanya bisa terbaring di tempat tidur dan kursi roda. Namun, kondisi itu pula yang membuatnya semakin bersemangat hingga memiliki ‘istri’ baru. Sehingga, hari-harinya tak pernah sepi dari kesibukan mengerjakan ‘istri’ baru berupa laptop yang digunakannya untuk mengembangkannya bisnis barunya, menjual domain.
Bahkan menurut istrinya, Utami, kegiatan baru Pepeng bersama laptopnya sudah dijadikan layaknya istri sendiri. Bangun tidur dia langsung megang 'istri’ barunya dan bisa berjam-jam. Kalau saya cuma 'istri' kedua. Istri barunya, ya laptop, jelas Utami. Dengan alat itu pula Pepeng menggarap buku tentang kehidupannya yang sudah hampir rampung, tambahnya.
Memang penyakit yang diderita Pepeng, membuatnya tak bisa lagi tampil berkarir di dunia presenter dan entertainment. Namun, dia tetap masih menjadi seorang pria yang beruntung karena memiliki istri yang soleh. Sehingga Pepeng tetap tegar dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga dengan melakukan sejumlah  kegiatan seperti menerima jahitan busana muslim di rumahnya.
Dalam kondisi sakit, Pepeng juga mampu menyekolahkan anaknya kuliah broadcast di negeri Jiran, Malaysia. Jujur saja, pendidikan Mamas nyaris terhambat karena ketiadaan biaya. Namun, sebelum batas waktu pembayaran kuliah, beberapa rekan datang menjenguk sambil mengantarkan honor dan lain-lainnya. Dengan uang itu, akhirnya Mamas bisa melanjutkan kuliahnya kembali. Semua ini karena turut campur tangan Allah, ungkapnya.

Tak Mau Kehilangan Makna Hidup

Pepeng juga mengungkapkan, ikhwal semangatnya melawan penyakit MS yang menyerangnya sejak lima tahun terakhir. Saya hanya bisa berdoa dan yang paling penting, semangat tidak boleh padam. Saya pembuat keramaian. Doa saya ketika pertama sakit adalah jangan sampai kesepian karena perilaku saya.  Saya tahu, semua penyakit diciptakan sekaligus dengan obatnya. Mudah-mudahan saya masih kebagian obatnya, kelakar ayah dari Mamas, Mio, Lalo, dan Izra itu.
Setelah divonis penyakit MS, ruang gerak Pepeng memang sangat terbatas. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan di kamar tidur. Dari kamar tidur itu pula, Pepeng bekerja. Tiap Selasa sejak pagi hingga petang, Pepeng melakukan pengambilan gambar untuk program acara ‘Ketemu Pepeng’ dari ruang tidurnya.
Di kamar tidur yang baru direnovasi itu, Pepeng juga menerima tamu-tamunya. Dia tak pernah menolak orang-orang yang ingin bertandang. Seorang kenalan dari akun jejaring sosial Facebook, misalnya, datang dengan mengajak 100 rekan sekantornya. Sama sekali tak ada ruang privasi di rumah Pepeng dan dia hanya membatasi 30 tamu sekali datang agar tetap punya ruang bernapas di kamar berukuran 6 x 7 meter itu.
Guyonan khas Madura selalu menjadi selingan segar ketika berbincang dengan para tamu. Tetapi, setiap berbicara, Pepeng sejatinya dihujani rasa sakit. Karena guyonan segar dan sapaan hangatnya, lawan bicara sering lupa bahwa Pepeng sedang sakit. Pepeng justru mampu menebar semangat hidup dan laptop tetap menjadi andalannya untuk menjalin hubungan dengan dunia luar. O ato

BIODATA PEPENG
Nama lahir        : Ferrasta Soebardi
Tanggal Lahir    : 23 September 1954)
Tempat Lahir    : Sumenep, Madura, Indonesia
Istri                : Utami Mariam Siti Aisyah
Anak            : Mamas, Mio, Lalo, dan Izra
Pekerjaan         : Presenter, aktor, penulis
Tahun aktif         : 1978 - sekarang
Pendidikan        : Pasca Sarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, jurusan Psikologi Intervensi Sosial, lulus 4 Agustus 2006 dengan nilai sangat memuaskan (A).
Film Yang Dibintangi: Rojali dan Juleha (1979), Sama-Sama Enak (1986), dan Anunya Kamu (1986).
Pengalaman Kerja:  Pegawai Bank Pinaesaan (1988) dan Bakrie Brothers (1989)


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 26 Februari 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Senin, 13 November 2023
Rabu, 12 April 2023
Senin, 03 April 2023
Selasa, 07 Maret 2023
Rabu, 15 Februari 2023
Senin, 06 Februari 2023
Kamis, 01 Desember 2022
Selasa, 21 Juni 2022
Rabu, 04 Mei 2022
Jumat, 29 April 2022