Selasa, 03 Mei 2011 16:20:48

Kaderisasi Polri Mandek

Kaderisasi Polri Mandek

Beritabatavia.com - Berita tentang Kaderisasi Polri Mandek

Kaderisasi Polri dinilai mandek, terkait berakhirnya masa tugas (pensiun) Komisaris Jenderal (Komjen) Wahyono yang menjabat sebagai Kabaintelkan ...

Kaderisasi Polri Mandek Ist.
Beritabatavia.com - Kaderisasi Polri dinilai mandek, terkait berakhirnya masa tugas (pensiun) Komisaris Jenderal (Komjen) Wahyono yang menjabat sebagai Kabaintelkan Polri. Hal tersebut diungkapkan ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane dalam siaran pers yang diterima beritabatavia, Selasa (3/5).

Menurut Neta, pihaknya mengintakan agar Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera mengumumkan sosok yang akan menduduki jabatan Kabaintelkam Polri untuk menggantikan Wahyono. Mengingat, kondisi saat ini kurang kondusif, sebab masih maraknya aksi teror bom dan penculikan.

Jabatan Kabaintelkam Polri, jangan dibiarkan kosong, mengingat banyaknya teror bom belakangan ini. Sebab Komjen Wahyono sudah pensiun sejak 15 April 2011. Namun, hingga saat ini Kapolri belum juga mengumumkan, siapa yg akan menggantikan Wahyono, kata Neta.

Dia menilai, lambannya pengumuman Kabaintelkam yang baru ini terasa aneh dan sangat tidak beralasan. Soalnya, selama ini Mabes Polri selalu mengumandangkan bahwa Polri sudah profesional dan proses pengkaderan maupun karir di Polri sudah berdasarkan kompetensi. Di samping itu, Polri saat ini memiliki 210 perwira tinggi (jenderal), baik bintang satu, dua, tiga maupun empat. Sehingga tidak ada alasan bahwa Polri kesulitan mencari figur kabaintelkam yang baru.

Lambannya penunjukkan kabaintelkam yang baru merupakan pelanggaran terhadap aturan tentang masa pensiun pejabat Polri. Sebelumnya Mabes Polri juga lamban memproses penggantian Deputi SDM Polri, setelh lewat seminggu masa pensiun pejabat lama, barulah penggantinya diumumkan. Hal ini menunjukkan betapa masih buruknya profesionalisme polri.

Berkaitan dengan itu Indonesia Police Watch mengimbau Mabes Polri segera mengumumkan pejabat Kabaintelkam yang baru. Apalagi, ditengah merebaknya aksi teror, kecaman terus mengalir atas kinerja intelijen polri dalam melakukan deteksi dini terhadap ancaman teror.

Neta, mengingatkan, Kapolri dapat memilih perwira yang berkualitas untuk menjadi Kabaintelkam yang baru. Yang paling penting jangan ada monopoli satu angkatan dalam menentukan jabatan strategis di Polri. Monopoli posisi hanya akan menimbulkan konflik di internal Polri. Padahal saat ini Polri sedang menuju konsolidasi soliditas yang mantap. Untuk itu IPW berharap Kabaintelkam yang baru tidak lagi dari Akpol Angkatan 1978, mengingat angkatan tersebut sudah memegang 10 jabatan strategis di Polri.0 son

Berita Lainnya
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026