Beritabatavia.com -
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, merekomendasikan TNI untuk sementara tidak menggunakan lahan di desa Setro Jenar, Kebumen, Jawa Tengah sebagai tempat latihan militer. Menurut Wakil Ketua Komnas HAM, Nur Kholis, penghentian latihan militer itu harus dilakukan sampai proses penyelidikan konflik pertanahan di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur tuntas dikerjakan.
Komnas HAM takut, TNI bakal menggunakan kasus sengketa lahan di Alas Tlogo pada 2007 lalu sebagai pilot projek untuk menyelesaikan seluruh masalah sengketa lahan antara petani dengan TNI.
Terkait dengan persoalan pertanahan yang menjadi sengketa, kami merekomendasikan moratorium sampai penyelesaian lebih lanjut dengan mempertemukan para pihak. Karena kasus pertanahan terkait konflik kita sepakat bahwa kita ambil pilot projek yaitu alas tlogo, jelasnya di Jakarta, Kamis (12/5).
Selain itu Komnas Ham juga bakal mempertemukan antara Menteri Pertahanan dan Keamanan Djoko Suyanto serta Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto untuk duduk bersama menuntaskan persoalan sengketa lahan tersebut. Sementara itu model penyelesaiannya akan dicari oleh Komnas Ham.
Sebagaimana diketahui, telah terjadi konflik antara warga dan TNI terjadi di desa Setro Jenar, Kebumen, Jawa Tengah pertengahan April lalu. Bentrok dipicu karena sengketa lahan. Akibatnya sejumlah petani terluka tembak dan pukulan. O brn