Beritabatavia.com -
Puluhan orang yang mengatasnamakan Persatuan Pemuda Peduli Hukum menyerbu Mapolres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, gara-gara penangkapan dua tokoh masyarakat yang membawa clurit saat pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Modung.
Setiap hari orang Madura bawa celurit, karena sudah menjadi budaya dan tradisi orang Madura untuk melindungi diri. Kenapa polisi seenaknya menangkap, apa polisi disini polisi baru yang tak tahu adat istiadat orang Madura, teriak Sopran, warga Bangkalan yang melakukan aksi demo di Mapolres Bangkalan, Rabu (18/5).
Warga heran dengan tindakan polisi yang menangkap tokoh masyarakat yang membawa clurit. Kalau mau menangkap ya semua orang se Pulau Madura dijebloskan ke penjara karena setiap hari orang Madura selalu membawa clurit, tandasnya.
Warga justru mempertanyakan kepolisian yang tidak tegas terhadap koruptor di Bangkalan, yang dibiarkan merajelela tanpa ada penindakan hukum yang tegas. Polisi kita ini selalu cari perkara, cari gara-gara kalau tak ada kerjaan, sambungnya.
Aksi demo ini sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan polisi. Namun hingga petang ini, dua tokoh masyarakat itu tidak segera dikeluarkan. Rencananya warga Bangkalan akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar lagi. o end