Beritabatavia.com -
Kita masih ingat sebuah pesan mengerikan yang beredar luas lewat Blackberry Messenger (BM) tentang bakal terjadi gempa berkekuatan 8,7 SR mengguncang Jakarta. Sontak pesan itu merobek rasa aman dan nyaman masyarakat ibukota Jakarta.
Namun, pesan yang beredar Selasa 17 Mei 2011, tak mendapat respon dari pihak kepolisian, bahkan hingga kini belum diusut oleh pihak kepolisian. Meskipun, pesan tersebut telah meresahkan masyarakat luas. Apalagi, pihak BMKG yang disebut sebagai sumber info meresahkan itu sudah membantah.
Berbeda dengan beredarnya sms ancaman yang disebut berasal dari Nazarudin , pihak Polri langsung bereaksi. Penyidik polri sedang mencari siapa pengirim pertama sms yang mendiskreditkan Presiden SBY itu.
Kita proaktif mencari sumbernya ini dari mana. Siapa dari teman-teman yang terima pertama kali, kata Wakabareskrim Irjen Mathius Salempang di Bareskrim, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (30/5).
Menurut Mathius, mencari pengirim SMS yang dianggap memfitnah SBY itu memerlukan waktu. Sulitnya, SMS itu sudah tersebar sedemikian rupa sehingga membiaskan pengirim pertama.
SMS itu yang kita inginkan dari nomor asli yang pake +65. Itu kan yang dikirim ke rekan-rekan pers. Kalau udah dari tempat mas ke sini (sambil menunjuk HP wartawan), kita tidak bisa ambil dari sini. Yang kita inginkan yang asli, awalnya. Kita lagi cari kawan siapa yang terima, jelasnya.
Mathius menegaskan, penyidik masih menyelidiki kasus SMS ancaman ini. Penyelidikan kasus ini juga tidak memerlukan laporan polisi. Ada informasi seperti itu kita tindaklanjuti, imbuhnya.0 son