Beritabatavia.com -
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat kekerasan yang dilakukan personel TNI kembali meningkat di kepemimpinan KSAD George Toisutta. Peningkatan itu ditandai kasus-kasus seperti sengketa rumah purnawirawan, sengketa tanah dan penyiksaan di Papua serta Kebumen.
Koordinator Kontras, Haria Azhar, mengatakan hal itu dipicu dari faktor menurunnya tingkat kedisiplinan anggota TNI termasuk pimpinannya. Selain itu reformasi TNI untuk lebih dekat dengan masyarakat belum dilaksanakan, seperti kasus sengketa tanah di Kebumen, Jawa Tengah.
Menggunakan cara-cara lama itu masih dipertahankan. Bahkan belakangan ini menjadi tambah aneh. TNI mengklaim berasal dari rakyat, tapi dibanyak situasi TNI justru banyak berhadapan dengan rakyat. Terlepas sengketanya seperti apa, tapi seharusnya kedekatan TNI dengan rakyat bisa membawa pihak-pihak yang berkonflik untuk duduk bersama, ujarnya di Jakarta, Minggu (12/6).
Sebelumnya bentrokan antara warga dengan TNI terjadi di Setro Jenar, Kebumen Jawa Tengah. Warga menolak lahan mereka dijadikan tempat latihan TNI. Namun TNI bersikukuh tetap menggelar latihan karena lahan warga, masuk dalam wilayah TNI. Akibat bentrokan itu, belasan warga menderita luka tembak peluru karet. O brn