Beritabatavia.com -
JAKARTA. Pelaksanaan sensus penduduk di DKI Jakarta yang dimulai sejak 1 Mei lalu oleh 21.540 petugas sensus secara umum berjalan baik. Program Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat dengan cara melaporkan diri jika belum terdata oleh petugas. Warga juga diminta tidak khawatir, karena pendataan itu bebas biaya dan petugas juga dilarang meminta uang kepada warga yang bersangkutan.
Petugas akan mensensus secara door to door, namun tidak dibenarkan jika ada petugas yang meminta uang kepada masyarakat, tegas Agus Suherman, Kepala BPS DKI Jakarta saat menghadiri dialog interaktif yang diadakan Diskominfomas DKI Jakarta di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/5).
Agus menambahkan, agar data yang diperoleh akurat, sensus penduduk dilakukan dalam dua tahap yakni listing sensus dan pendataan rinci atau pencacahan. Pada tahap listing dilakukan dari 1-8 Mei. Sedangkan selanjutnya yakni tahap pendataan rinci. Tahap listing hanya untuk mengetahui jumlah anggota dan kepala keluarga saja. Sedangkan kelengkapan data lainnya baru akan ditanyakan pada tahap pendataan rinci. Jadi masyarakat jangan bingung kalau didatangi oleh petugas sensus dua kali, ungkapnya.
Pihaknya juga meminta pengurus RT dan RW untuk lebih proaktif dalam pelaksanaan sensus penduduk ini. Karena petugas terkadang mendapat kendala saat melakukan sensus, khususnya bagi warga yang menetap di apartemen. O brn