Beritabatavia.com -
Sekitar 500 massa dari Gerakan Masyakarat Bawah Indonesia (GMBI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI Jakarta, Selasa (5/7). Mereka memaksa masuk gedung DPR dan melempari gerbang dengan batu.
Massa juga sempat mencoba merangsek masuk ke gedung. Mereka hendak masuk untuk bisa bertemu dengan anggota dewan. Sejumlah orang terlihat mengoyang-goyang pintu gerbang. Bahkan memukul jeraji besi dengan benda seadanya. Suara berisik terasa menyengat.
Polisi yang jumlah sekitar 50 orang, terlihat berusaha menenangkan para demontran. Pimpinan polisi terlihat bernegosiasi dengan pimpinan demonstran. Kemudian, salah seorang demonstran berteriak di depan anggota polisi.
Kami mau masuk. Kami harus masuk. Kami mau bertemu dengan Komisi III, kami menuntut agar koruptor dihukum mati, kata Satria Naradha, seorang demonstran.
Satria mengaku masalah korupsi sudah merajalela dan membelenggu negeri ini, sikap pemerintah SBY yang gembor-gembor memberantas korupsi hanya manis di bibir, bahkan tidak ada tindakan tegas malah terbukti membela dan melindungi koruptor demi mengumpulkan dana untuk persiapan Pemilu 2014.
Tak lama kemudian dua anggota Komisi III Bidang Hukum DPR yakni Edi Sitanggang dan Nabil Harahap menghampiri demonstran. Kami menyambut baik kedatangan kawan-kawan. Aspirasi akan kami sampaikan, kata Edi Sitanggang.
Dalam tuntutannya, massa mendesak agar Indonesia kembali ke UUD 1945 dan Pancasila, nasionalisasi aset negara, dan hukuman mati koruptor. o end